Cara Membuat Paspor Melalui Aplikasi M-Paspor

Reporter

Editor

Nurhadi

Petugas Imigrasi menunjukkan aplikasi Mobile Paspor atau M-PASPOR di Pusat Pelayanan Terpadu Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis 27 Januari 2022. Aplikasi yang diluncurkan Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan bisa diunduh dari 'Play Store' itu untuk memudahkan dan mempercepat masyarakat dalam pengurusan paspor. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

TEMPO.CO, Jakarta - Paspor merupakan sebuah dokumen persyaratan yang wajib dibawa bagi setiap orang yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri. Sebelum membuat paspor, terdapat serangkaian hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan.

Saat ini pemerintah telah memudahkan bagi masyarakat yang hendak membuat paspor secara online melalui sebuah aplikasi bernama M-Paspor. Lantas, bagaimana cara membuat paspor?

Sejatinya terdapat tiga jenis paspor yang beredar, yaitu paspor dinas, paspor diplomatik, dan paspor biasa. Umumnya, paspor biasa merupakan jenis paspor yang paling umum digunakan, Sementara paspor dinas dan paspor diplomatik diterbitkan untuk keperluan khusus.

Penerbitan paspor di Indonesia dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Paspor yang diterbitkan berupa paspor berbentuk fisik dan elektronik (e-paspor).

Saat ini proses pembuatan paspor terbilang mudah, yaitu cukup mengunggah scan dokumen ke aplikasi m-paspor. Aplikasi ini dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Inodnesia.

Sebelum mengajukan pembuatan paspor melalui m-pasport, pastikan aplikasi sudah terunduh di perangkat. Setelah itu lakukan registrasi dan login ke aplikasi. Melansir kanimbatam.kemenkumham.go.id, berikut adalah langkah-langkah pengajuan permohonan paspor:

  1. Pilih Permohonan Paspor Reguler;
  2. Pop Up Peringatan untuk mengisi data dengan benar;
  3. Pilih untuk siapa paspor di buat (Dewasa atau anak);
  4. Ambil gambar Kartu Tanda Penduduk (KTP) di menu yang muncul;
  5. Setelah klik opsi ‘Pilih Foto’, pemohon akan diarahkan untuk mengisi form berisi nama, tanggal lahir, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK);
  6. Isi kuesioner berupa mengisi pertanyaan-pertanyaan yang tersedia untuk menentukan jenis paspor yang dibutuhkan;
  7. Unggah dokumen persyaratan berupa scan KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen persyaratan lain (akta kelahiran/ijazah/akta perkawinan/buku nikah/surat baptis). Pilih salah satu dokumen untuk dijadikan sebagai persyaratan;
  8. Setelah itu, mengisi form biodata kembali;
  9. Selanjutnya, pilih opsi ‘Tambah Pemohon’ untuk menyimpan data permohonan pembuatan paspor;
  10. Pilih kantor imigrasi tujuan terdekat untuk mengambil paspor
  11. Tentukan tanggal dan jam kedatangan
  12. Melakukan pembayaran. Selanjutnya akan muncul kode antrean dan status pembayaran.

NAOMY A. NUGRAHENI

Baca juga: Cara Membuat Paspor Online dengan Mudah

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Imigrasi Cegah 14 Calon Jemaah Haji Pakai Visa Kerja, Diketahui dari Pakaian yang Mewah

2 hari lalu

Imigrasi Cegah 14 Calon Jemaah Haji Pakai Visa Kerja, Diketahui dari Pakaian yang Mewah

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mencegah keberangkatan 14 orang calon jemaah haji pakai visa kerja. Dicurigai karena pakaian yang mewah.


Kelebihan Pasokan Listrik, PLN Klaim Lakukan Berbagai Efisiensi di Tahun 2021

5 hari lalu

Kelebihan Pasokan Listrik, PLN Klaim Lakukan Berbagai Efisiensi di Tahun 2021

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo sepanjang 2021 telah melakukan upaya efisiensi untuk menjaga stabilitas kondisi keuangan PLN.


Partai Buruh Indonesia Kutuk Keras Tewasnya Ratusan Buruh Migran di Sabah Malaysia

6 hari lalu

Partai Buruh Indonesia Kutuk Keras Tewasnya Ratusan Buruh Migran di Sabah Malaysia

Partai Buruh Indonesia akan membawa kasus terkait ratusan buruh migran meninggal di Sabah Malaysia ke Mahkamah Internasional dan Dewan HAM PBB.


149 WNI Tewas di Rutan Imigrasi Sabah, Mendagri Malaysia: Kadang Orang Mati Saat Berjalan

7 hari lalu

149 WNI Tewas di Rutan Imigrasi Sabah, Mendagri Malaysia: Kadang Orang Mati Saat Berjalan

Mendagri Malaysia menanggapi laporan kematian WNI di tahanan imigrasi Sabah, dengan mengatakan bahwa orang tidak boleh terlalu cepat menuding.


Anies Ubah 22 Nama Jalan di DKI, Begini Cara Penggantian Alamat di Paspor

8 hari lalu

Anies Ubah 22 Nama Jalan di DKI, Begini Cara Penggantian Alamat di Paspor

Perubahan nama jalan di DKI Jakarta berimbas pada pergantian alamat bagi pemegang paspor.


Kementerian Luar Negeri Janji Tindaklanjuti Laporan WNI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia

8 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Janji Tindaklanjuti Laporan WNI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia

Kementerian Luar Negeri RI akan menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh KBMB soal adanya puluhan TKI/WNI yang tewas ditahanan imigrasi Malaysia


Kisah Atlet Irlandia Tak Bisa ke Amerika Gara-gara Tempat Lahirnya di Irak

12 hari lalu

Kisah Atlet Irlandia Tak Bisa ke Amerika Gara-gara Tempat Lahirnya di Irak

Visa milik atlet bernama Abood al Jumaili, yang memungkinkannya terbang ke Amerika Serikat, ditolak. Pasalnya, dia lahir di Irak.


Kuasa Hukum Sebut Ada Kejanggalan di Penetapan Mardani Maming

12 hari lalu

Kuasa Hukum Sebut Ada Kejanggalan di Penetapan Mardani Maming

Kuasa hukum Mardani Maming mengatakan jarak antara laporan dengan penerbitan surat perintah penyidikan juga sangat cepat.


Mardani Maming Buka Kemungkinan Ajukan Praperadilan

12 hari lalu

Mardani Maming Buka Kemungkinan Ajukan Praperadilan

Kuasa hukum Mardani Maming menganggap banyak kejanggalan dalam penetapan tersangka terhadap kliennya.


KBRI Korea Selatan Temui 6 ABK WNI yang Ditahan di Imigrasi Busan

14 hari lalu

KBRI Korea Selatan Temui 6 ABK WNI yang Ditahan di Imigrasi Busan

Ada 6 ABK WNI yang saat ini ditahan oleh imigrasi Busan, Korea Selatan karena melarikan diri dari kapal penangkap ikan yang terkatung-katung di laut.