Perjalanan Tol Jakarta - Binjai, dari Pemandangan Hingga Berbagai Tantangan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gerbang Tol Merak pada 22 Desember 2021/Tempo.Mitra Tarigan

    Gerbang Tol Merak pada 22 Desember 2021/Tempo.Mitra Tarigan

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Jakarta biasanya lebih memilih pergi dengan pesawat ketika hendak pulang kampung ke Medan, Sumatera Utara. Waktu liburan yang sempit membuat mereka memilih burung besi itu dibanding naik mobil. Namun keluarga kami sengaja pergi menggunakan mobil ketika hendak mudik ke Kota Binjai, Sumatera Utara. “Kita kan belum coba tol di Sumatera itu,” kata ayah saya, Johnny Tarigan pada pertengahan Desember 2021.

    Terakhir saya pulang kampung menggunakan mobil hingga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terjadi sekitar 2014. Tentu saja, kala itu kami menggunakan jalur biasa. Belum ada tol lintas Sumatera yang sudah diresmikan. Selebihnya, kami beberapa kali pulang kampung namun menggunakan pesawat. Berbagai berita pembangunan tol lintas Sumatera tentu saja membuat kami tergiur untuk mencobanya. 

    Kami berangkat pada 22 Desember 2021 pukul 21.00 dari Jakarta menggunakan mobil innova. Kami memilih jalan malam sehingga tidak banyak waktu terbuang saat hendak menyeberang lewat kapal Merak-Bakauheni. Dari kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, kami membayar tol dalam kota sebanyak Rp 7 ribu. Malam itu, mobil tidak ramai. Kemacetan menjelang libur Natal tidak ada.

    Saat keluar di pintu tol Cikupa kami pun membayar dana sebesar Rp 52 ribu. Dari daerah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan. Kami sampai di kawasan Merak pukul 23.30.

    Gerbang Tol Merak pada 22 Desember 2021/Tempo.Mitra Tarigan

    Setelah melakukan riset awal, kami pun baru tahu bahwa memesan tiket kapal penyeberangan Merak- Bakauhuni harus melalui aplikasi Ferizy. Tarif yang diberikan dihitung per kendaraan. Sehingga bila penumpangnya 1 atau 4 dalam 1 kendaraan, maka harganya pun sama. Walau begitu, saat membeli tiket lewat aplikasi Ferizy, kami tetap didaftarkan nama dan nomor KTP. Nomor polisi kendaraan kami pun didaftarkan dalam aplikasi itu.

    Saat selesai mendaftar, kami dikirimkan e-tiket melalui email. Dalam email e –tiket itu, tertera identitas kami, dan semua informasi yang kami masukkan. Bahkan terdata pula apakah kami sudah melakukan vaksin Covid-19 atau belum, atau sudah melakukan vaksinasi dosis ke berapa. Kami memilih layanan regular kapal feri itu seharga Rp 419 ribu.

    E tiket itu nantinya diperiksa di  loket pelabuhan. Pemeriksaan dilakukan dari mobil. Kami hanya menunjukkan e-tiket kami dari handphone, dan petugas tiket pun melakukan pengecekan. Pada pintu pelabuhan itu juga, kami diminta bukti sudah melakukan tes antigen maksimal 24 jam sebelum perjalanan. Bila hasil aman, kami diminta langsung jalan menuju antrian kapal.

    Banyak orang yang merasa takut ketika memasuki pelabuhan, khususnya di malam hari. Namun dari pengalaman mudik kami akhir Desember 2021 itu, antrean menuju kapal sudah sangat teratur. Kami sempat bingung mengarahkan mobil ke dermaga mana. Kami akhirnya mengikuti kebanyakan mobil-mobil kecil. Sebaiknya jangan mengikuti rombongan mobil besar seperti truk atau bis, karena biasanya antrean mereka berbeda dengan mobil pribadi. Biasanya mobil besar diparkir di lantai dasar kapal, sedangkan mobil kecil, bisa diarahkan untuk ke lantai 2 kapal.

    Ketika bingung, biasanya ada petugas yang memegang senter melambai-lambai kepada para pengendara agar mereka mendekat ke petugas. Ada pula petugas dengan motor  yang mendekati kendaraan pribadi yang mengalami salah antrean. Kami sempat didatangi petugas itu. Kami mengikuti instruksinya untuk jalan ke antrean kapal yang sudah siap berangkat. Kapal kami berangkat pukul 01.45 dini hari. Setelah memarkir di lambung kapal, kami pun beristirahat di ruang penumpang.

    Foto kapal penyeberangan Merak Bakauheni pada 23 Desember 2021/Tempo.Mitra Tarigan

    Kami tiba di Pelabuhan Bakauheni pukul 5.00 pada 23 Desember 2021. Perjalanan selama di kapal cukup cepat. Kami langsung masuk tol Lampung-Palembang. Saat keluar kawasan pelabuhan, langsung ada tanda masuk tol di sebelah kiri jalan. Pintu gerbang tol itu sangat mudah diakses.

    Setelah masuk tol terdekat dari Pelabuhan Bakauheni, kami bayar tol di pintu tol Kayu Agung Utama seharga Rp 289 ribu. Setelah itu kami lanjut bayar tol di pintu tol Kramasan seharga Rp 50 ribu. Jika ditotal, harga tol Bakauheni Palembang ini cukup mahal sehingga penting bagi para pengendara untuk menyiapkan saldo e-toll dengan jumlah yang besar. Saking takutnya kekurangan dalam bayar tol lintas Sumatera, kami sudah mengisi saldo e-toll kami sebanyak Rp 2 juta.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.