Fermentasi Durian Menjadi Tempoyak, Ini Kuliner dan Kandungan Nutrisinya

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gulai tempoyak ikan patin dan pindang ikan patin hidangan khas Jambi. TEMPO/Shinta Maharani.

    Gulai tempoyak ikan patin dan pindang ikan patin hidangan khas Jambi. TEMPO/Shinta Maharani.

    TEMPO.CO, JakartaTempoyak merupakan fermentasi durian. Rasanya asam, aromanya pun menyengat. Cerita tentang tempoyak bisa ditemukan dalam hikayat Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi,seorang sastrawan Melayu. Pada 1836, saat berkunjung ke Terengganu, Malaysia. Ia menceritakan, bahwa penduduk di sana sangat menyukai tempoyak. Tempoyak adalah masakan khas rumpun Melayu. Adapun rumpun Melayu yang dimaksud di Sumatera, Kalimantan (Indonesia) dan Malaysia.

    Tempoyak biasanya dipakai untuk campuran mengolah makanan, antara lain, sambal, pepes, gulai. Beragam olahan makanan yang memakai campuran tempoyak, yaitu ikan patin, baung, toman, nila, mas, teri. Tempoyak mengandung  nutrisi, antara lain karbohidrat, lemak, protein, fosfor, vitamin B1, kalsium, zat besi.

    Mengutip Antara, berikut tiga kuliner yang memakai tempoyak

    • Ikan baung tempoyak
    • Tempoyak ikan teri dan petai
    • Tempoyak ikan khas Jambi

    LUAILIYATUL MAHMUDAH

    Baca: Keunikan Empat Kuliner Fermentasi Khas Nusantara


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.