Survei Google Memprediksi Perubahan Pola Perjalanan Wisata di Tengah Pandemi

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Passengers of flight SQ237 from Singapore are seen exiting the international arrivals terminal at Tullamarine Airport as the first passengers travelling without quarantine restrictions have begun arriving at Melbourne Airport, Australia. James Ross/AAP via REUTERS

    Passengers of flight SQ237 from Singapore are seen exiting the international arrivals terminal at Tullamarine Airport as the first passengers travelling without quarantine restrictions have begun arriving at Melbourne Airport, Australia. James Ross/AAP via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar bagi kehidupan manusia di berbagai sektor. Di antara banyaknya sektor yang terdampak oleh pandemi, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang menerima dampak terbesar. Banyak objek wisata yang bertransformasi, bahkan merugi sebagai dampak dari kebijakan pembatasan sosial selama pandemi Covid-19.

    Untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor wisata, Google melakukan survei melalui Ipsos. Survei tersebut menemukan bahwa, pada 2022, orang-orang akan melakukan perjalanan yang lebih bermakna atau memiliki tujuan jelas, bukan sekadar bersenang-senang. Dilansir dari travelpulse.com, survei Ipsos mencatat sebanyak 56 persen dari seluruh populasi Amerika Serikat berencana akan mewujudkan rencana hidup yang belum terwujud karena terhalang pandemi. 

    Beberapa rencana tersebut meliputi menghadiri atau menyelenggarakan pernikahan, menempuh pendidikan, berpindah tempat kerja, dan sebagainya. Lebih lanjut, sebanyak 78 persen dari orang-orang yang akan mewujudkan rencana hidupnya akan melakukan perjalanan untuk mewujudkan rencananya. Dalam merencanakan perjalanan mereka sebanyak 78 persen dari orang tersebut merencanakan berbagai hal lanjutan.

    Sebanyak 62 persen orang dari total seluruh orang yang ingin melakukan perjalanan memilih jasa akomodasi perjalanan berdasarkan pengalamannya menggunakan jasa yang sama. Kemudian, 78 persen orang memilih jasa akomodasi perjalanan yang menyediakan kebebasan bagi konsumennya untuk membatalkan atau menjadwalkan ulang perjalanan. Sementara itu, 85 persen dari total orang yang ingin melakukan perjalanan menggunakan harga sebagai indikator untuk memilih jasa akomodasi perjalanan.

    Selain fakta bahwa sebagian besar orang akan bepergian untuk mewujudkan rencananya, Ipsos juga menemukan bahwa tujuan wisata sebagian besar akan mengalami perubahan. Dilansir dari phocuswire.com, tujuan wisata pada 2022 diperkirakan akan lebih bervariasi. Beberapa destinasi wisata yang sebelumnya kurang populer, seperti wisata alam, kebudayaan, dan lain sebagainya mengalami kenaikan popularitas.

    BANGKIT ADHI WIGUNA

    Baca juga: Wajib Tahu 3 Ekstra Saat Travelling di Masa Pandemi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.