Sandiaga Uno Sebut Raja Ampat Bukan Destinasi Wisata Massal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wisatawan berfoto di puncak Telaga Bintang Geosite Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa, 26 Oktober 2021. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kembali membuka tujuan wisata Bahari guna mendorong pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

    Wisatawan berfoto di puncak Telaga Bintang Geosite Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa, 26 Oktober 2021. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kembali membuka tujuan wisata Bahari guna mendorong pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan kepulauan Raja Ampat di Papua Barat memiliki potensi wisata kualitas tinggi yang perlu dijaga. Maka, menurut dia, mass tourism atau wisata massal di sana perlu dihindari.

    "Kita harus menyadari bahwa destinasi wisata Raja Ampat berkualitas tinggi. Dan tentunya yang berkualitas tinggi memiliki nilai tambah atau tidak murah," kata Sandiaga saat berkunjung ke kampung Arborek Raja Ampat, Rabu, 27 Oktober 2021.

    Menurut Sandiaga, Raja Ampat harus menghindari pariwisata massal untuk menjaga ekosistem alam demi pariwisata berkelanjutan. Kawasan wisata itu bisa menganut konsep wisata yang menekankan kualitas, bukan kuantitas.

    Sandiaga pun menyaksikan sendiri bahwa keindahan alam bawah laut Raja Ampat dengan terumbu karang yang sangat indah dan perlu dijaga. "Tadi saya menyelam terumbu karang begitu indah dan ini membuka peluang kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat Raja Ampat bahkan Papua Barat," ujarnya.

    Setelah menyaksikan keindahan Raja Ampat, Sandiaga sepakat dengan anggapan bahwa wisata ke Raja Ampat lebih bagus daripada wisata ke luar negeri. "Banyak wisatawan asing berkunjung ke Raja Ampat dan menjadikan Raja Ampat destinasi terfavorit, masa kita di Indonesia kalah dengan mereka," kata dia.

    Sandiaga pun meminta agar masyarakat dan pemerintah Raja Ampat tetap menjaga ekosistem alam yang ada sehingga pariwisata tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat peningkatan ekonomi terus menerus. "Saya juga mengingatkan agar protokol kesehatan tetap diutamakan serta meningkatkan vaksinasi sebab itu adalah kunci bangkitkan kembali pariwisata Indonesia," kata dia.

    Baca jugaDesa Wisata Swandarek, Raja Ampat, Ada Sambutan Hangat dari Elis dan Pasukannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.