Merapi Park Sleman Uji Coba Buka Pakai PeduliLindungi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan melihat letusan Gunung Merapi dari Bulit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa 3 Maret 2020. Gunung Merapi meletus pada pukul 05.22 WIB dengan tinggi kolom 6.000 meter, status waspada (level II). ANTARA FOTO/Rizky Tulus

    Wisatawan melihat letusan Gunung Merapi dari Bulit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa 3 Maret 2020. Gunung Merapi meletus pada pukul 05.22 WIB dengan tinggi kolom 6.000 meter, status waspada (level II). ANTARA FOTO/Rizky Tulus

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga destinasi wisata di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta mulai uji coba buka dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungiWakil Bupati Sleman Danang Maharsa meninjau uji coba di salah satu tempat wisata, yaitu Merapi Park.

    Selain Merapi Park, objek wisata di Sleman yang uji coba adalah Tebing Breksi dan Candi Ratu Boko. "Sampai saat ini sudah ada tiga destinasi dalam level uji coba. Dan kami harapkan bisa dibuka secara bertahap tentunya dengan memenuhi syarat untuk operasional destinasi wisata di masa pandemi COVID-19," kata Danang, Kamis, 23 September 2021.

    Danang mengatakan syarat yang perlu dipenuhi untuk mendapatkan rekomendasi uji coba bagi destinasi wisata, yaitu memiliki sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melakukan vaksinasi menyeluruh bagi pengelola dan masyarakat sekitar lokasi wisata serta memiliki QR Code PeduliLindungi. "Karena hal ini (syarat) memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung bahwa destinasi wisata ini sudah memenuhi syarat untuk dibuka," ujarnya.

    Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo yang juga hadir dalam kegiatan uji coba tersebut menyampaikan bahwa syarat lain untuk mendapatkan rekomendasi uji coba operasional destinasi wisata yaitu wisata harus berbasis outdoor"Selain mengantongi sertifikat CHSE dan melakukan vaksinasi menyeluruh, destinasi wisata juga harus berbasis outdoor," katanya.

    Singgih pun mengimbau pengelola wisata untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Hal tersebut akan menjadi fokus dari pemantauan baik pemerintah daerah maupun pusat untuk memastikan tidak adanya pelanggaran dalam operasional destinasi wisata," ujarnya.

    Baca juga: 3 Tempat Wisata Konservasi di Kabupaten Bogor Boleh Buka, Catat Syarat Masuknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.