Candi Prambanan Tutup Lagi, Malioboro Sweeping Wisatawan dari Daerah Zona Merah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Hindu melakukan pradaksina atau berjalan mengitari Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu 13 Maret 2021. Prosesi Tawur Agung Kesanga yang digelar secara terbatas karena pandemi COVID-19 tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1943. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Umat Hindu melakukan pradaksina atau berjalan mengitari Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu 13 Maret 2021. Prosesi Tawur Agung Kesanga yang digelar secara terbatas karena pandemi COVID-19 tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1943. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Manajemen PT Taman Wisata Candi (TWC) mengumumkan bahwa Candi Prambanan yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah akan ditutup sementara waktu pada Sabtu dan Ahad, 19-20 Juni 2021.

    "Penutupan Candi Prambanan ini mengacu rekomendasi Surat Edaran Bupati Klaten nomor 443.5/129 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19," kata Emilia Eny Utari sebagai Corporate Secretary PT TWC dalam keterangannya, Jumat, 18 Juni 2021.

    Dalam surat edaran Bupati Klaten itu salah satunya berisi instruksi agar seluruh tempat wisata di Klaten, Jawa Tengah, tutup setiap akhir pekan atau pada Sabtu-Ahad.

    Candi Prambanan sempat tutup berbulan-bulan saat awal pandemi merebak tahun lalu dan baru beroperasi kembali dengan membatasi kunjungan pada Juli 2020. Meskipun kuota kunjungan candi itu telah dipangkas hingga 3.500 orang per hari, nyatanya wisatawan yang datang juga tak pernah penuh.

    Dengan penutupan kembali kawasan candi, kegiatan internal di sana tak lantas ikut libur. Kegiatan selama tak ada kunjungan wisata dimanfaatkan manajemen untuk melakukan disinfeksi seluruh area, khususnya gerbang masuk wisatawan.

    Usai Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono menyerukan pertimbangan lockdown, Kota Yogyakarta kembali menggencarkan sweeping bagi wisatawan yang nekat melanggar protokol kesehatan. "Kami mulai lakukan sweeping acak di tempat wisata, tempat parkir atau pencegatan kendaraan dari zona merah lagi," ujar Wakil Wali Kota Yogya Heroe Poerwadi.

    Heroe yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu mengatakan sweeping difokuskan untuk memeriksa kelengkapan surat-surat kesehatan bebas Covid-19 para wisatawan itu. "Di kawasan Malioboro sempat ada beberapa bus kami larang turunkan menumpang karena berasal dari zona merah dan tidak melengkapi surat kesehatan bagi wisatawan," kata dia.

    Heroe meminta wisatawan dan masyarakat membatasi mobilitasnya dulu karena kasus Covid-19 tengah meningkat. "Jika bepergian harus melengkapi surat kesehatan, terlebih dari daerah zona merah. Protokol wajib dijalankan wisatawan yang berlibur atau bertamu atau bekerja di Kota Yogyakarta," kata dia.

    Menurut Heroe, Kota Yogya sejauh ini memang masih membuka akses bagu mereka yang berasal dari luar daerah. "Selama mereka sehat dan memiliki surat sehat juga patuh protokol," ujarnya.

    Kota Yogyakarta, ujar Heroe, kini masih menggiatkan patroli wilayah untuk menindak pelanggaran protokol, baik di jalanan dan maupun usaha wisata seperti rumah makan, kafe serta tempat layanan umum. "Rencana lockdown Gubernur Sri Sultan HB X adalah peringatan keras bahwa semua harus menjalankan protokol secara serempak dan lebih ketat tanpa kecuali selama ada di Yogya," kata dia.

    Seperti halnya Candi Prambanan, seluruh objek wisata yang ada di Bantul juga akan tutup pada akhir pekan selama penerapan PPKM Mikro.

    Baca juga: Kasus Covid-19 Melesat, Yogyakarta Awasi Objek Wisata Lebih Ketat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.