Mengenang 66 Tahun Konferensi Asia Afrika Lewat Diskusi Bedah Peristiwa

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lengang di sekitar Museum Konferensi Asia Afrika dan pusat Kota Bandung, Ahad, 22 Maret 2020. Kawasan pusat kota yang biasanya ramai di akhir pekan kini sepi setelah warga mulai menerapkan isolasi diri dan social distancing di tengah pandemi virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    Suasana lengang di sekitar Museum Konferensi Asia Afrika dan pusat Kota Bandung, Ahad, 22 Maret 2020. Kawasan pusat kota yang biasanya ramai di akhir pekan kini sepi setelah warga mulai menerapkan isolasi diri dan social distancing di tengah pandemi virus corona. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Tepat pada 18 April 66 tahun lalu, Konferensi Asia Afrika atau KAA digelar di Bandung. Bertepatan dengan momentum peringatan itu, pengelola museum KAA menyelenggarakan kegiatan bedah peristiwa hari per hari konferensi yang mempersatukan bangsa-bangsa kekuatan dunia baru itu.

    Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi mengatakan acara peringatan itu akan digelar hingga 24 April mendatang dengan tema Kemanusiaan dan Solidaritas. Setiap harinya, pihaknya akan menghadirkan diskusi dengan isu sesuai dengan apa yang terjadi pada 1955 itu.

    "Jadi kami di sini menayangkan sejarah KAA ini melalui Instagram live dan ini akan berlangsung hingga tanggal 24 april 2021," kata Dahlia, Ahad.

    Kegiatan peringatan itu diselenggarakan secara daring karena situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Museum juga saat ini memang belum bisa dikunjungi oleh masyarakat umum.

    Adapun bedah peristiwa KAA antara lain bercerita tentang sidang pembukaan KAA oleh Presiden Soekarno, pidato para delegasi KAA, peran Menteri Luar Negeri di KAA hingga proses lahirnya Dasa Sila Bandung.

    Selain itu, menurut Dahlia, ada diskusi yang bercerita mengenai peristiwa yang terjadi di Gedung Dwi Warna. Gedung yang kini digunakan sebagai Kantor Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan itu juga merupakan salah satu tempat penyelenggaraan Sidang KAA.

    Melalui kegiatan diskusi itu, Dahlia berharap masyarakat Bandung bisa tetap bersemangat sesuai dengan 'Semangat Bandung' seperti yang digaungkan pada saat Konferensi Asia Afrika berlangsung 66 tahun silam. Menurut dia, masyarakat harus tetap berkarya meski terbatasi dengan situasi saat ini. "Ini mudah-mudahan bisa tetap melestarikan Semangat Bandung, apapun kondisinya," kata dia.

    Baca juga: Museum of Ice Cream akan Dibuka di Singapura Tahun Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.