Situs Peninggalan Perang Dunia II di Tarakan akan Dijadikan Destinasi Wisata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang meninjau situs peninggalan Perang Dunia II di Tarakan, Jumat (16/4) yang rencananya akan dijadikan destinasi wisata. (ANTARA/HO-Dokumen Diskominfo Pemprov Kaltara.

    Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang meninjau situs peninggalan Perang Dunia II di Tarakan, Jumat (16/4) yang rencananya akan dijadikan destinasi wisata. (ANTARA/HO-Dokumen Diskominfo Pemprov Kaltara.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah situs peninggalan Perang Dunia II di Kota Tarakan, Kalimantan Utara menjadi perhatian pemerintah setempat untuk dirawat sekaligus dikembangkan. Situs yang berada di Peningki Lama Kelurahan Mamburungan Kecamatan Tarakan Timur itu akan dipercantik sehingga layak menjadi destinasi wisata.

    "Pemprov akan mempercantik dan memperindah situs-situs peninggalan Perang Dunia II di Tarakan itu. Sehingga nantinya bisa kita jual baik ke luar maupun dalam negeri untuk mendatangkan wisatawan,” kata Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, Jumat, 16 April 2021.

    Situs peninggalan bersejarah Perang Dunia II itu berupa benteng pertahanan militer (bungker) dan sejumlah meriam Belanda buatan tahun 1902.

    Pada masa silam, lokasi keberadaan peninggalan itu menjadi basis utama pertahanan Belanda yang dapat mengawasi jalur darat dan laut ke Tarakan dari arah Selatan. Tarakan juga menjadi salah satu pintu masuk tentara Jepang ke Indonesia kala itu.

    Menurut Zainal, restorasi peninggalan Perang Dunia II tersebut diharapkan dapat menambah pendapatan perekonomian masyarakat, khususnya kota Tarakan. "Perbaikan akan dilakukan namun tidak membongkar bentuk aslinya," kata dia.

    Baca juga: Pantai Radji dan Selat Bangka, Saksi Tragedi Perang Dunia II yang Mematikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.