Singapura Dominasi Bisnis Kapal Pesiar Dunia Berkat Pelayaran Tanpa Tujuan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar Royal Caribbean Quantum berlabuh di Marina Bay Cruise Centre setelah seorang penumpang dinyatakan positif COVID-19 di Singapura, 9 Desember 2020. Sebuah kapal Royal Caribbean di Singapura terpaksa berbalik setelah melaporkan kasus positif Covid-19, setelah lebih dari seminggu lalu perusahaan pelayaran itu melanjutkan pelayarannya di sana. REUTERS/Edgar Su

    Kapal pesiar Royal Caribbean Quantum berlabuh di Marina Bay Cruise Centre setelah seorang penumpang dinyatakan positif COVID-19 di Singapura, 9 Desember 2020. Sebuah kapal Royal Caribbean di Singapura terpaksa berbalik setelah melaporkan kasus positif Covid-19, setelah lebih dari seminggu lalu perusahaan pelayaran itu melanjutkan pelayarannya di sana. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, JakartaSingapura saat ini menyumbang sepertiga dari bisnis kapal pesiar dunia menurut data badan pariwisata setempat karena keberhasilan dari pelayaran tanpa tujuan pada saat krisis industri pariwisata secara global.

    Pelayaran belum dimulai kembali di berbagai belahan dunia akibat pandemi Covid-19, dengan beberapa wabah besar paling awal ditemukan di kapal pesiar.

    Singapura kemudian meluncurkan apa yang disebutnya round trips dengan kapal mewah pada November, dengan tidak ada waktu singgah di pelabuhan dan hanya berlangsung beberapa hari. Kapal pesiar Singapura itu pun hanya terbuka untuk 5,7 juta penduduknya, yang tidak dapat meninggalkan negara kecil itu untuk bersantai dan memilih untuk kegiatan seperti staycation dan bahkan berkemah dalam ruangan.

    Kapal pesiar itu mencatat sekitar 120.000 penumpang, menurut Singapore Tourism Board (STB) atau Dewan Pariwisata Singapura, dan beroperasi dengan kapasitas lebih rendah, dengan protokol kesehatan yang ketat. Badan pariwisata Singapura membandingkannya dengan perjalanan kapal pesiar global menggunakan data dari Cruise Lines International Association (CLIA).

    Beberapa kapal pesiar dari Karibia diperkirakan akan dilanjutkan mulai Juni sementara Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat telah mempertahankan pembatasan ketat untuk melanjutkan pelayaran dari Amerika Serikat. Selain itu, beberapa kapal pesiar telah beroperasi di beberapa bagian Eropa, Asia dan Pasifik Selatan, menurut CLIA.

    Royal Caribbean mengatakan bulan ini bahwa pihaknya memperpanjang musim di Singapura untuk kapal Quantum of the Seas karena permintaan yang luar biasa hingga Oktober. Genting Cruise Lines dan Royal Caribbean meluncurkan kapal pesiar pilot mereka akhir tahun lalu.

    Kepala Eksekutif STB Keith Tan mengatakan Singapura tidak berharap terus merajai perjalanan kapal pesiar dalam waktu lama. "Selama beberapa bulan ke depan, saya yakin akan ada lebih banyak dimulainya kembali bisnis kapal pesiar di Karibia, dan di Mediterania juga," kata Tan.

    REUTERS

    Baca juga: Kapal Pesiar Ini Tawarkan Paket Lihat Gerhana Matahari Total di Antartika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.