Bandara Hong Kong Selesaikan Uji Coba Penggunaan Kartu Kesehatan Digital

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Hong Kong tahun ini, berhasil naik satu peringkat. Bandara Hong Kong kini menempati posisi keempat sebagai bandara terbaik di dunia. Bandara ini juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai bandara terbaik dari majalah Skytrax selama lima tahun berturut-turut (2001-2005). Shutterstock

    Bandara Internasional Hong Kong tahun ini, berhasil naik satu peringkat. Bandara Hong Kong kini menempati posisi keempat sebagai bandara terbaik di dunia. Bandara ini juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai bandara terbaik dari majalah Skytrax selama lima tahun berturut-turut (2001-2005). Shutterstock

    TEMPO.CO, JakartaOtoritas Bandara Hong Kong telah berhasil melakukan uji coba digital health pass atau kartu kesehatan digital di Bandara Internasional Hong Kong (HKIA).

    Uji coba dilakukan atas kerja sama dengan Bandara Internasional Los Angeles, Cathay Pacific, The Commons Project selaku pengembang tiket kesehatan digital dan Prenetics selaku penyedia tes Covid-19.

    Dalam uji coba tersebut, awak udara Cathay Pacific berperan sebagai penumpang dan mengikuti tes Covid-19 di pusat pengujian Bandara Hong Kong. Hasil tes dikirimkan kepada penumpang tersebut melalui aplikasi mobile berupa digital health pass yang diserahkan kepada petugas maskapai untuk check-in.

    Setibanya di Bandara Internasional Los Angeles, penumpang menunjukkan kartu kesehatan digital mereka kepada staf lokal untuk validasi dan berhasil memasuki Los Angeles.

    Vivian Cheung, Direktur Eksekutif, Operasi Bandara Otoritas Bandara Hong Kong mengatakan sejalan dengan tes dan vaksinasi Covid-19 yang menjadi hal penting dan baru bagi penumpang pesawat di masa depan, maka solusi digital diperlukan untuk mengintegrasikan persyaratan baru ke dalam proses perjalanan digital yang ada. "Dari laboratorium hingga check-in dan mendarat," kata dia.

    Bandara Hong Kong telah berkolaborasi dengan bandara hub utama di seluruh dunia untuk memfasilitasi adopsi solusi digital untuk mengatasi tantangan seperti laporan kertas yang dapat dipercaya, persyaratan masuk yang beragam dan dinamis di berbagai negara dan wilayah, antrean panjang bagi penumpang untuk pemeriksaan dokumen serta pemeriksaan untuk staf maskapai penerbangan.

    Menurut Cheung, pemulihan sektor penerbangan sulit dilakukan jika masih menggunakan cara manual yang berpotensi ada kesalahan seiring berubahnya persyaratan masing-masing negara yang juga dapat berubah dari waktu ke waktu. "Kami akan terus bekerja sama dengan mitra industri termasuk Pemerintah agar HKIA menjadi salah satu bandara pertama di dunia yang mengadopsi solusi kartu kesehatan digital, ”kata dia.

    JAPAN TODAY

    Baca juga: Qantas Rencanakan Buka Penerbangan Internasional Akhir Oktober


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.