Pelayaran Kapal Pesiar Tanpa Tujuan di Singapura Diikuti 82 Ribu Orang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Quantum of the Seas di Sungai Elbe dekat Wedel di Schleswig-Holstein, Jerman, 23 Oktober 2014.[wikimedia.org]

    Quantum of the Seas di Sungai Elbe dekat Wedel di Schleswig-Holstein, Jerman, 23 Oktober 2014.[wikimedia.org]

    TEMPO.CO, Jakarta - Program percobaan berlayar tanpa tujuan atau cruises to nowhere di Singapura tercatat diikuti oleh lebih dari 82 ribu orang. Dari puluhan ribu penumpang kapal pesiar itu, diketahui tidak ada kasus penularan Covid-19 sejak program dimulai tahun lalu.

    Singapura memulai cruises to nowhere pada November 2020 dengan dua operator, Genting Cruise Lines dan Royal Caribbean International yang diberikan izin untuk menawarkan perjalanan pulang-pergi tanpa berhenti di pelabuhan.

    Direktur Pelaksana Royal Caribbean International untuk Asia-Pasifik Angie Stephen mengatakan Quantum of the Seas telah menyelesaikan 25 pelayaran dengan lebih dari 35 ribu tamu dan tidak ada kasus positif Covid-19. Ia pun menyebut bahwa pelayaran itu diminati oleh para tamu pemula dan pelanggan tetap.

    Lebih dari 47 ribu tamu telah naik kapal pesiar di kapal Genting World Dream, kata Kepala Penjualan Internasional untuk Genting Cruise Lines Michael Goh. World Dream telah menyelesaikan lebih dari 45 pelayaran sejak program tersebut dimulai pada 6 November. Kedua jalur pelayaran itu telah memperpanjang musim berlayar mereka hingga Juni.

    ADVERTISEMENT

    “Kami bekerja sama dengan otoritas Singapura, termasuk Singapore Tourism Board (STB), untuk memastikan bahwa batas kapasitas sejalan dengan persyaratan lokal, berdasarkan situasi yang berkembang," kata Goh dilansir dari My Star.

    Royal Caribbean juga memastikan kapasitas kapal pesiar tetap di 50 persen dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Singapura untuk memantau dan menyesuaikan protokol yang berlaku di Quantum of the Seas. Bulan lalu, presiden dan kepala eksekutif Royal Caribbean International Michael Bayley mengatakan kapasitas penumpang kapal dapat ditingkatkan menjadi 65 persen dalam beberapa minggu mendatang.

    Sementara itu, Direktur Pelayaran STB Annie Chang mengatakan batas kapasitas penumpang kapal pesiar tetap 50 persen. Semua kapal yang berlayar keluar Singapura harus mengikuti standar CruiseSafe yang dikembangkan oleh STB seperti mengurangi kapasitas kapal untuk memungkinkan jarak aman yang memadai dan memiliki rencana tanggap darurat untuk insiden yang terkait dengan Covid-19.

    Serene Tan, 36 tahun, telah berlayar bersama keluarganya di Quantum of the Seas dan World Dream sejak program dimulai. “Kapal pesiar aman, lebih aman daripada pergi ke mal atau bioskop. Setidaknya semua orang diuji sebelum boarding,” kata dia.

    Baca juga: Setahun Diamond Princess dan Corona, Industri Kapal Pesiar Perlahan Bangkit


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?