Mantan Menteri Pariwisata I Gede Ardika Wafat, Pelopor Wisata Desa - Desa Wisata

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • I Gede Ardika. wikipedia.org

    I Gede Ardika. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata periode 2000 - 2004, I Gede Ardika meninggal di Bandung, Jawa Barat, Sabtu 20 Februari 2021. I Gede Ardika menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata untuk dua kabinet, yakni Kabinet Persatuan Nasional di bawah Presiden Abdurrahman Wahid dan Kabinet Gotong Royong di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri.

    Menteri Pariwisata Sandiaga Uno mengatakan I Gede Ardika adalah pelopor pengembangan wisata desa di Indonesia. Gagasan tentang wisata desa atau sekarang berwujud desa wisata, tertuang dalam buku berjudul 'Pariwisata Berkelanjutan, Rintis Jalan Lewat Komunitas' yang terbit pada 2008. "I Gede Ardika menetapkan dasar yang kuat dalam pembangunan pariwisata nasional yang lekat dengan budaya dan kekayaan alam," kata Sandiaga Uno seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata, Sabtu 20 Februari 2021.

    Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan I Gede Ardika menyampaikan konsep wisata desa saat presentasi dalam Sidang Umum United Nations World Tourism Organization atau Organisasi Pariwisata Dunia di Santiago, Chili, pada 1999. Ketika itu, UNWTO juga mengesahkan Kode Etik Pariwisata Dunia atau Global Code of Ethics for Tourism.

    I Gede Ardika adalah lulusan Akademi Perhotelan Nasional di Bandung pada 1967. Dia mendapat beasiswa pemerintah untuk belaajar Manajemen Perhotelan di Institut International Glion, Swiss, pada 1969. Tiga tahun kemudian I Gede Ardika kembali dan bertugas sebagai Kepala Seksi Pengajaran sekaligus dosen mata kuliah Housekeeping di Akademi Perhotelan Nasional, yang kini bernama Sekolah Tinggi Pariwisata atau STP Bandung.

    Baca juga:
    Belum Bisa Liburan? Coba Tur Virtual ke 10 Desa Wisata Ini

    Sepanjang 1976 - 1978, I Gede Ardika bertugas sebagai Pejabat Sementara Direktur National Institute Bandung. Dia lantas ditugaskan sebagai Direktur Pusat Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata di Nusa, Bali. Karier I Gede Ardika semakin cemerlang saat menjabat Pelaksana Tugas Kepala Sub Direktorat Perhotelan dan Penginapan, Direktorat Jenderal Pariwisata pada 1985 di Jakarta.

    Dari situ, pria kelahiran Singaraja, Bali, 15 Februari 1945 ini diangkat menjadi Kepala Bagian Perencanaan, Direktorat Jenderal Pariwisata, periode 1988-1991, dan mendapat tugas kembali ke Bali untuk menjabat Kepala Kantor Wilayah Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Provinsi Bali. I Gede Ardika kembali ke Jakarta pada 1993 dan menjabat Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomuikasi.

    Tiga tahun kemudian, dia menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal Pariwisata yang masih dalam lingkup Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi. Pada 1998, I Gede Ardika diangkat menjadi Direktur Jenderal Pariwisata, Departemen Pariwisata Seni dan Budaya. Hingga menduduki kursi Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata Kabinet Persatuan Nasional pada 23 Agustus 2000.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.