Upaya Sandiaga Uno Supaya Pariwisata Kepulauan Riau Terhubung dengan Singapura

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Dalam rapat ini, Sandiaga didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Angela Tanoesoedibjo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Dalam rapat ini, Sandiaga didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Angela Tanoesoedibjo. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk membuka peluang lalu lintas orang dari Singapura ke Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Riau. Sandiaga menyatakan, denyut wisata Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam dan Bintan, selama ini didominasi wisatawan Singapura.

    Sandiga Uno telah berkomunikasi dengan perwakilan Duta Besar Indonesia di Singapura dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Singapura. "Kami ingin membangun pola kemitraan dengan mereka," kata Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kepulauan Riau, Jumat, 22 Januari 2021. Dia berharap koordinsi tersebut dapat mengatasi lesunya sektor pariwisata di Kepulauan Riau dan Singapura.

    Sandiaga Uno mengaku dekat dengan Kota Batam karena mengawali bisnisnya di sana sekitar 20 tahun lalu. Saat mengecek pelaksanaan protokol kesehatan di Bandara Hang Nadim di Batam, sejumlah destinasi wisata, dan tempat makan, Sandiaga Uno menilai semuanya sudah sesuai.

    Sektor pariwisata di Kepulauan Riau, menurut Sandiaga Uno, sejatinya bisa bangkit lebih cepat. Musababnya, dari sisi infrastruktur, sarana prasarana, sumber daya manusia, dan lokasi yang berdekatan dengan perbatasan negara lain, sudah mendukung dan memadai. Sebagai daerah yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat memanfaatkan kedekatan geografis dan persaudaraan untuk menggerakkan sektor pariwisata.

    Baca juga:
    Soal Travel Bubble Singapura ke Batam dan Bintan, Sandiaga Uno: Sabar

    Sandiaga Uno melaksanakan salat Jumat di Masjid Halim Polda Kepulauan Riau, makan siang bersama pelaku UMKM di Restoran Sri Rezeki Batu Besar Nongsa, dan mampir ke kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Batam. Dia juga membuka turnamen golf International Batam Championship Series 2021, kemudian berkunjung ke Kabupaten Bintan.

    Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, TS Arif Fadillah berharap sektor pariwisata kembali menggeliat, salah satunya melalui peluncuran program Pariwisata Kepulauan Riau Bangkit Lagi dan Kalender of Event Kepri berlangsung di Kota Batam pada 5 - 7 Februari 2021. "Ini harus menjadi momentum kebangkitan pariwisata," ucapnya.

    Arif Fadillah melanjutkan, penerapan protokol kesehatan yang ketat, program vaksinasi Covid-19 yang sedang berjalan, ditambah kedisipilinan masyarakat memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, semakin menyakinkan kalau Kepulauan Riau aman menjadi tujuan wisata. "Kepulauan Riau merupakan gerbang pariwisata Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja di sektor pariwisata," ucapnya.

    Setibanya di Bandara Hang Nadim, Sandiaga Uno beserta rombongan bertolak ke Nongsa Point Marina dan Nongsa Digital Park. Di sana, Sandiaga Uno memperhatikan kawasan ekonomi khusus dan pusat industri berbasis digital di Kota Batam.

    Sandiaga Uno melaksanakan salat Jumat di Masjid Halim Polda Kepulauan Riau, makan siang bersama pelaku UMKM di Restoran Sri Rezeki Batu Besar Nongsa, dan mampir ke kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Batam. Dia juga membuka turnamen golf International Batam Championship Series 2021, kemudian berkunjung ke Kabupaten Bintan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.