Hal Ini Bisa Membuat Wisata Karimunjawa Ditutup Lagi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan melakukan aktivitas selam permukaan di sekitar Pulau Cilik, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, 4 Agustus 2018. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    Wisatawan melakukan aktivitas selam permukaan di sekitar Pulau Cilik, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, 4 Agustus 2018. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Jepara - Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan bakal menutup kembali objek wisata Karimunjawa jika ditemukan penularan Covid-19. Setelah ditutup selama 8 bulan, Taman Nasional Karimunjawa dibuka lagi untuk wisatawan pada Jumat, 16 Oktober kemarin.
     
    Selama ini, kata Dian, tak ada temuan kasus positif Covid-19 di kawasan wisata andalan Jawa Tengah tersebut. "Jika nanti dalam kurun waktu satu hingga empat hari ada yang bawa virus, ya kami tutup," ujarnya.
     
    Menurut Dian, pembukaan wisata Karimunjawa karena daerah tersebut masuk kategori zona hijau penyebaran Covid-19. Kedatangan pengunjung ke sana pun dibatasi. "Kami lakukan simulasi dan kami laporkan ke gubernur," kata dia.
     
    Adapun alasan pembukaan Karimunjawa adalah untuk menggerakkan ekonomi warga setempat. Sebab, sebagian besar warga di sana bekerja di sektor pariwisata. "Di Karimunjawa itu satu-satunya pariwisata," kata Dian.
     
    Ia mengklaim warga dan pelaku pariwisata Karimunjawa siap menyambut pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan. Setiap wisatawan harus menjalani rapid test sebelum menginjakkan kaki di Karimunjawa. 
     
    Layanan rapid test tersedia di dermaga penyeberangan Pelabuhan Kartini oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. "Pengetatan protokol kesehatan, tidak hanya di Jepara, di tujuan juga dilakukan," kata Dian.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.