5 Hutan yang Bakal Dioptimalkan Sebagai Destinasi Wisata di Bangka Belitung

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan berkunjung di Pantai Tanjung Tinggi, Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, 20 Juli 2016. Salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi, menjadi magnet wisatawan selama enam tahun terakhir. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah wisatawan berkunjung di Pantai Tanjung Tinggi, Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, 20 Juli 2016. Salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi, menjadi magnet wisatawan selama enam tahun terakhir. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengoptimalkan pengelolaan hutan sebagai destinasi wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah.

    Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan selama hutan wisata belum dikelola dengan baik sehingga belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pendapatan daerah. "Kita punya banyak hutan wisata, namun belum dikelola dengan baik oleh BUMDes dan masyarakat," kata Erzaldi Rosman Djohan saat memimpin rapat koordinasi pengelolaan hutan wisata di Pangkalpinang, Jumat 18 September 2020.

    Beberapa hutan yang bakal dikelola menjadi destinasi wisata antara lain hutan mangrove di Kurau Barat, Bukit Peradong di Belitung, Juru Seberang, Bukit Pinteir di Kampung Dul, Air Bedelew di Belinyu, tempat lain di setiap kabupaten kota yang belum dikelola dengan baik.

    Berikut hutan yang bakal digarap menjadi destinasi wisata di Kepulauan Bangka Belitung:

    1. Hutan mangrove
      Hutan mangrove terletak di Desa Kurau Barat, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Destinasi wisata ini diresmikan pada Februari 2017 dan telah dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

      Wisatawan dapat naik perahu dan menyusuri hutan mangrove yang masih alami. Perayu kayu itu dikayuh oleh penduduk setempat sekaligus menjadi pemandu wisata. Di sepanjang hutan mangrove, wisatawan dapat menikmati keindahan alam dan mengamati polah binatang di sekitarnya, seperti burung, kepiting, kera, sampai ular.

    2. Bukit Peradong
      Bukit Peradong terletak di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Nama tempat ini memiliki cerita sejarah yang unik. Menurut penduduk setempat, peradong adalah nama pohon yang dulu banyak terdapat di sana. Pohon ini amat besar yang kelilingnya bisa mencapai rentang tangan tiga orang dewasa. Masyarakat tak bisa asal menebang pohon peradong karena ada sesajen yang harus dipenuhi.

    3. Juru Seberang
      Juru Seberang adalah nama sebuah desa di Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. Uniknya, jika ditelisik lebih dalam, sebagian besar penduduk di desa itu berasal dari Johor, Malaysia. Mereka merantau dan menempati desa tersebut secara turun-temurun. Itu sebabnya desa tersebut bernama Juru yang bermula dari kata Johor.

    4. Bukit Pinteir
      Penduduk Kampung Dul telah mempersiapkan destinasi wisata hutan Bukit Pinteir di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Gubernur Erzaldi Rosman Djohan pernah berkunjung ke sana pada Juli 2020. Pada kesempatan itu, Erzaldi menyaksikan bagaimana masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Wisata atau Gempita memoles desa mereka agar menjadi destinasi wisata yang menarik.

      Pada kesempatan itu, Elzaldi mengatakan akan mendukung penanaman pohon melalui 250 bibit durian dumasi dan 250 bibit durian super tembaga. Bukit Pinteir memiliki hutan yang asri, airnya bening, sejuk, dan pemandangan yang indah. Di sana juga ada kawasan yang dikelola sebagai tempat perkemahan, area parkir dan bermain flying fox.

    5. Air Bedelew
      Destinasi wisata Air Bedelew atau Aek Bedelew terletak di area Hutan Kemasyarakatan Pantai Lepar, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu. Tempat pemandian ini buka mulai pukul 07.30 hingga sore hari. Tiket masuknya Rp 5.000 untuk dewasa. Airnya jernih, sejuk, dan ada bagian yang dibuat berundak sehingga air mengalir seperti air terjun.

    ANTARA | BISNIS.COM | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.