Mau ke Tiga Candi Utama, Perhatikan Ragam Aturan Barunya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) memeriksa sebaran abu vulkanis erupsi gunung Merapi di candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Ahad, 21 Juni 2020. Setelah hujan abu vulkanis gunung Merapi pada Ahad pagi mereda pihak BKB melakukan pengawasan dan langsung membersihkan permukaan candi Borobudur. ANTARA/Anis Efizudin

    Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) memeriksa sebaran abu vulkanis erupsi gunung Merapi di candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Ahad, 21 Juni 2020. Setelah hujan abu vulkanis gunung Merapi pada Ahad pagi mereda pihak BKB melakukan pengawasan dan langsung membersihkan permukaan candi Borobudur. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) atau PT TWC selaku pengelola kawasan tiga candi utama, sudah melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan sejak 1 Juli 2020.

    Bagi mereka yang belum pernah mengunjungi Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Ratu Boko dalam suasana new normal, sebaiknya memahami beberapa aturan baru yang telah diterapkan. 

    Wisatawan yang akan berkunjung diatur mulai dari tempat kedatangan hingga pintu keluar Kawasan Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko. Papan-papan informasi tentang tata cara pencegahan COVID-19 juga terpasang di berbagai sudut. Papan-papan informasi itu, mengingatkan mengenai penggunaan masker, cuci tangan, melakukansocial distancing maupun physical distancing.

    Saat hendak masuk kawasan, wisatawan akan dicek suhu tubuhnya. Bagi wisatawan dengan suhu di bawah 37,5 diberi stiker warna hijau, kemudian pengunjung dengan suhu di atas 37,5 sampai 37,8 diberi stiker warna kuning. Untuk pengunjung dengan suhu di atas 37,8 akan diberi stiker warna merah.

    Sebelum sampai lokasi pembelian tiket, wisatawan dianjurkan untuk cuci tangan dan melewati disinfection chamber yang aman bagi pengunjung. Pembelian tiket dianjurkan untuk menggunakan metode nontunai, namun pengelola juga masih melayani bagi wisatawan yang akan membeli tiket dengan cara tunai. Calon pengunjung juga bisa membeli tiket secara online melalui situs ticket.borobudurpark.com.

    Setelah mendapatkan tiket, pengunjung bisa memasuki kawasan candi yang dibuka dari pukul 08.00–16.00 WIB, sedangkan Ratu Boko beroperasi dari pukul 09.00–16.00 WIB. Sejak gerbang dibuka, setiap jam kompleks candi dibersihkan. Termasuk membersihkan semua peralatan protokol kesehatan yang telah digunakan oleh wisatawan.

    PT TWC memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung maksimal hingga 25 persen atau 1.500 pengunjung setiap harinya. Sedangkan untuk wisatawan yang ingin melihat lebih dekat Candi Borobudur hanya diperbolehkan sampai plataran candi atau Zona 1, yang dibatasi sebanyak 140 pengunjung per jam.

    Wisatawan juga bisa mengeksplorasi keindahan kawasan candi dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda yang disewakan pihak pengelola atau berkeliling yang lebih dikenal dengan sebutan “Tayo” dan dibandrol seharga Rp15.000 per orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.