Selamat Tinggal Mad Dog, yang Tak Akan Terbang Lagi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerbangan terakhir MD-80 milik maskapai Delta, berkode Flight DL88, yang terbang pada Selasa pagi, 2 Juni 2020. Foto: Chris Sloan/CNN

    Penerbangan terakhir MD-80 milik maskapai Delta, berkode Flight DL88, yang terbang pada Selasa pagi, 2 Juni 2020. Foto: Chris Sloan/CNN

    TEMPO.CO, Jakarta - McDonnell Douglas MD-80 atau si Mad Dog seri terakhir memasuki masa pensiun. Pesawat terakhir dari tipe tersebut, dioperasikan oleh Delta, maskapai Amerika Serikat. Selasa lalu, 2 Juni 2020, pesawat itu terbang terakhir.

    Tiket yang ditawarkan Delta untuk penerbangan terakhir MD-80, habis dalam beberapa menit. Penumpang umumnya adalah antusias pesawat, yang memperhatikan benar segala informasi mengenai MD-80.

    Semua bergembira hari itu, melepas pesawat penumpang legendaris itu. Setelah 33 tahun sebagai tulang punggung armada domestik Delta, dan setelah hampir empat dekade terbang di atas langit dunia, pesawat MD-88 yang dijuluki "Mad Dog", terbang terakhir pada Selasa yang cerah itu.

    Tak hanya pensiun dari Amerika Serikat, tetapi di sebagian besar di berbagai belahan dunia. Menurut CNN, Ini adalah penerbangan penumpang terjadwal terakhir di Amerika dari McDonnell Douglas MD-80.

    Delta bukan maskapai pertama yang menerbangkan MD-80, tapi maskapai itu merupakan pelanggan McDonnell Douglas. Dimulai dengan pendahulu Mad Dog, DC-9, pada tahun 1965.Delta mengoperasikan 120 MD-80  -- dari 1.191 produksi. Delta MD-80 secara khusus diperbarui dan diganti namanya menjadi MD-88, yang mulai beroperasi pada 1 April 1987. Ia terbang ke hampir setiap kota di Amerika Utara yang jadi rute Delta, dengan 900 penerbangan per hari.

    Disebut Mad Dog, karena karakteristiknya yang kuat. Ia terbang layaknya roket, tidak seperti pesawat otomatis yang lebih modern. Menerbangkan MD-80 membutuhkan perhatian penuh dari pilot saat terbang dan mendarat. Pada puncaknya, MD-80 mewakili 50 persen dari semua keberangkatan dan kedatangan Delta di bandara tersibuk di dunia, Hartsfield-Jackson Atlanta International.

    Para pilot, penumpang dan kru kabin, disambut dengan gerbang yang dishiasi balon saat penerbangan terakhir MD-80. Foto: Chris Sloan/CNN

    Selama 33 tahun, Mad Dog menerbangkan 750 juta penumpang, dan mencapai 12 juta jam di udara. Pada hari penuh operasi terakhir, hanya 14 MD-88 dan dua dari MD-90 yang beroperasi dari pangkalan maskapai penerbangan yang berbasis di Atlanta itu.

    Pensiun dengan Penuh Gaya

    Sejatinya, MD-10 baru akan pensiun akhir tahun 2020. Namun pandemi yang membuat penerbangan sepi, akhirnya mendorong Delta memensiunkan MD-80 lebih cepat. Penerbangan terakhir berkode Flight DL88 yang terbang pada hari Selasa itu, merupakan pensiun yang dipercepat. Delta memang sedang memensiunkan armada tua dari layanannya.

    Sejak awal krisis Covid-19, Delta telah memarkir 650 jet, atau setengah dari 1.316 pesawat gabungan pada armada utamanya dan armada Delta Connection. Delta MD-88 rata-rata berumur 28,7 tahun. Penggantinya, pesawat generasi baru seperti Airbus A220.

    Bintang hari itu adalah N900DE, MD-88 ke-100 yang dikirimkan ke Delta. Dia telah lepas landas hampir 58.000 kali dan menghabiskan 75.000 jam lebih tinggi, sejak pertama kali memasuki layanan pada Maret 1992.

    Penerbangan DL88 Selasa dari Bandara Dulles Washington terjual habis dalam beberapa menit. Dengan kebijakan Delta terkait Covid-19, kapasitas penerbangan hanya diisi 50 persen di Kelas Satu dan 60 persen kapasitas pada kabin utama. Pesawat tidak penuh, hanya 84 dari 149 kursi yang ditempati.

    Pada pukul 6.30 pagi, gerbang dipenuhi oleh AvGeeks dan karyawan yang bersemangat. Meskipun saat semua maskapai menghadapi krisis paling parah yang pernah ada, Delta memensiunkan MD-80 dengan gaya. Gerbang pun dihiasi dengan balon dan spanduk – seperti melepas karyawan berprestasi yang pensiun. Bahkan dua pilot dan kru kabin disambut meriah saat melewati gerbang.

    Pesawat pun basah kuyup dengan semprotan air. Tetes-tetes air di luar jendela pesawat seperti air mata, saat pesawat mulai bergerak meninggalkan deretan pesawat yang diparkir.

    Bagi para pilot MD-80 adalah pesawat uang dicintai. Menurut Kapten Jim Hamilton, MD-80 adalah pesawat pilot sejati. Di mana semua panel membutuhkan perhatian pilot, karena minimnya otomatisasi. Sementara Ross Davis, seorang pramugari senior, menahan air mata sambil berkata, "Itu adalah pesawat yang saya pakai pada hari pertama. Itu dekat dengan hati saya. Itu adalah pesawat pertama yang membawa saya ke tujuan internasional, yang sangat penting untuk saya."

    Apa yang paling dia rindukan? "Gang-gang pesawat yang lebar." Para penumpang MD-80 juga mengatakan, mereka akan kehilangan tempat duduk 2x3, konfigurasi yang mengurangi kursi tengah.

    Para penumpang dan pilot serta kru kabin menuliskan kesan-kesan mereka di dinding kabin MD-80. Foto: Chris Sloan/CNN

    "Aku akan sangat merindukan kebisingan," kata seorang antusias avionik yang tinggal di Atlanta. "Jika Anda tinggal dalam jarak 40 mil dari bandara, Anda tahu bagaimana suara MD-80."

    McDonnell Douglas memiliki reputasi membangun pesawat yang tangguh. Sama halnya MD-80, pendahulunya DC-9 pensiun bukan karena rusak, namun karena perawatannya yang mahal, boros bahan bakar, bising, dan polusinya tinggi. Sebagian mereka masih terbang, di saat pesawat baru telah pensiun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.