Wisata Pesut Mahakam di Desa Pela Tutup karena Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesut Mahakam Makin Terpojok

    Pesut Mahakam Makin Terpojok

    TEMPO.CO, Samarinda - Objek wisata Danau Semayang di Kabupaten Kutai Kartanegara yang menjadi habitat Pesut Mahakam atau Orcaella brevirostris, tutup karena wabah corona.

    Destinasi wisata Danau Semayang terletak di Desa Pela, Kecamatan Kotabangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kepala Desa Pela, Supyan Noor mengatakan, wisata pesut mahakam sudah tutup pada pertengahan hingga akhir Maret 2020.

    "Namun karena situasi belum memungkinkan, maka penutupan objek wisata ini diperpanjang sampai kondisi dinyatakan aman dari corona," ujar Supyan Noor di desanya, Sabtu 4 April 2020.

    Desa Pela merupakan salah satu desa yang berada di bibir Danau Semayang. Untuk masuk ke desa ini, wisatawan harus melalui Sungai Mahakam dan anak sungainya, yakni Sungai Pela.

    Seekor Pesut Mahakam (Orcaella Brevirostis) tampak berenang di rawa-rawa di Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur. Pesut jenis ikan lumba lumba air tawar yang langka ini terjebak dan terpisah dari populiasnya di Sungai Mahakam selama dua pekan. Tapi seekor pesut berhasil diselamatkan. (Tempo/Firman Hidayat)

    Lumba-lumba air tawar yang hidup di Danau Semayang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Terkadang beberapa ekor pesut mahakam muncul ke permukaan seolah menyapa wisatawan.

    Selama wabah corona, Supyan Noor membentuk tim Relawan Desa Lawan COVID-19 agar masyarakat dan pendatang mematuhi peraturan untuk mengantisipasi persebaran virus corona. Tim tersebut memberikan informasi kepada penduduk agar tetap berada di rumah dan tidak bepergian kecuali dalam kondisi amat penting.

    Tim Relawan Desa Lawan COVID-19, menurut Supyan, juga melarang wisatawan masuk ke desa tersebut. "Kami menyemprotkan cairan disinfektan ke perumahan dan tempat-tempat yang sering digunakan untuk berkumpul hingga menyediakan tempat mencuci tangan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.