Waspada Virus Corona, Penumpang Kereta Jarak Jauh Turun Drastis

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi di dekat pintu keberangkatan yang biasanya ramai di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020. Sebagian calon penumpang membatalkan perjalanan ke luar kota saat mewabahnya virus corona. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana sepi di dekat pintu keberangkatan yang biasanya ramai di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020. Sebagian calon penumpang membatalkan perjalanan ke luar kota saat mewabahnya virus corona. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaPT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat penurunan jumlah penumpang. Dalam masa pencegahan penyebaran pandemi virus corona (Covid-19), PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta pun menambah pembatalan 44 kereta jarak jauh, untuk periode 1 April hingga 1 Mei 2020.

    Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta Eva Chairunisa, menjelaskan perbandingan antara waktu normal dengan masa belakangan ini. Ia menjelaskan, volume penumpang umumnya bila normal mencapai 15.000 orang per hari di Stasiun Gambir.

    "Namun untuk saat ini total jumlah penumpang per hari sekitar 1.000 orang untuk keberangkatan," katanya, Selasa, 31 Maret 2020.

    Sedangkan bila membandingkan di Stasiun Pasar Senen, jika situasi normal penumpang mencapai sekitar 17.000 orang. "Saat ini total jumlah penumpang per hari sekitar 4.000 orang untuk keberangkatan," ujarnya.

    Eva menjelaskan, ketika situasi normal terdapat 67 jadwal perjalanan kereta jarak jauh di area Daerah Operasi 1 Jakarta. "Di antaranya 37 kereta dari Stasiun Gambir, 27 kereta Stasiun Pasar Senen dan tiga kereta dari Stasiun Jakarta Kota," katanya.

    Karena pengurangan jadwal, Daerah Operasi 1 Jakarta menerapkan jarak antar penumpang dalam kereta, "Tetap akan diterapkan melalui pengaturan oleh petugas," ujarnya. Pengaturan jarak antar orang itu bisa dilakukan, karena volume penumpang banyak berkurang dalam satu rangkaian kereta.

    "Bahkan ada yang berangkat hanya dengan 20 penumpang hingga 30 penumpang," katanya. Saat ini, kata Eva, okupansi penumpang dalam satu rangkaian kereta yang berangkat tidak akan melebihi 50 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.