Ada Kasus Infeksi Virus Corona, Event di Yogyakarta Tak Ditunda

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani menanam bibit padi di sawah yang dilintasi peserta lomba lari Mandiri Jogja Marathon, di Yogyakarta, 23 April 2017. Rute yang dilintasi para peserta diantaranya, daerah persawahan dan candi. Tempo/Rully Kesuma

    Seorang petani menanam bibit padi di sawah yang dilintasi peserta lomba lari Mandiri Jogja Marathon, di Yogyakarta, 23 April 2017. Rute yang dilintasi para peserta diantaranya, daerah persawahan dan candi. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap melangsungkan sejumlah agenda event berskala nasional maupun internasional, meskipun kasus virus corona kini sudah ditemukan di Indonesia.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin ini mengumumkan adanya
    dua Warga Negara Indonesia (WNI) di Depok, Jawa Barat positif terkena virus corona baru atau Covid-19.

    "Kami ada sejumlah event berskala nasional dan internasional pada bulan Maret ini yang akan tetap diselenggarakan," ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo, pada Senin, 2 Maret 2020.

    Agenda internasional yang sudah disiapkan untuk Maret ini antara lain Jogja Marathon pada 28-29 Maret 2020. Event lari ini melibatkan 12.000 orang peserta. Lalu juga ada event lari Volcano Run pada 8 Maret 2020, Jogja Heboh sampai akhir Maret 2020, serta pameran busana Keraton Yogyakarta.

    Singgih optimistis event tersebut tidak akan terganggu dengan adanya kasus virus corona masuk Indonesia. Menurutnya sejauh ini Yogyakarta masih aman untuk dikunjungi wisatawan.

    Ia pun mencontohkan perhelatan konser musik grup band rock legendaris Whitesnake dan Scorpions di Yogyakarta, pada Minggu petang (1/3) di Yogyakarta juga membludak.

    Hanya saja, Singgih berharap di tengah isu virus corona ini, pemerintah pusat tetap menjaga geliat pariwisata tanah air. Seperti kebijakan pemberian insentif atau subsidi tiket pesawat, agar wisatawan mendapatkan harga terbaik untuk berpergian.

    Selain subsidi tiket pesawat, untuk subsidi pajak hotel dan restoran, pihaknya masih menunggu dari pusat mengenai petunjuk teknisnya. Pemerintah pusat rencananya akan menghapus pajak hotel dan restoran, melalui insentif dana hibah dalam bentuk insentif senilai Rp3,3 triliun.

    Yogyakarta, termasuk dari 10 destinasi yang dikenai pembebasan pajak hotel dan restoran selama enam bulan ke depan, dimulai pada bulan Maret. Selain Yogyakarta, destinasi yang mendapat subsidi adalah Danau Toba, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan.

    Grup Scorpions saat temu media di Hotel Tentrem Yogyakarta, Sabtu petang, 29 Februari 2020. (TEMPO- MUH SYAIFULLAH)

    Meski tetap melangsungkan agenda event, ujar Singgih, pemerintah DIY tetap waspada mengantisipasi masuknya virus corona. Antisipasi itu, dengan memperketat pemeriksaan di pintu masuk seperti bandara, terminal dan stasiun.

    Dari sisi persiapan tim medis, Pemerintah DIY menyiapkan dua rumah sakit yang dijadikan rujukan kasus virus corona, yakni Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito dan juga RSUD Bantul.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.