Kiat Pelesiran Tak Membahayakan Dompet ala Travel Blogger Febrian

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para wisatawan bisa bersampan mengelilingi

    Para wisatawan bisa bersampan mengelilingi "Eropa" dengan sampan warna warni. Fotp: @devoyagebogor

    TEMPO.CO, JakartaTravel blogger Febrian berbagi kiat mengenai memanfaatkan waktu liburan dengan pelesiran. Dari pengalamannya, Febrian enggan merasa kesusahan saat melancong mengisi watu liburan.

    "Yang pasti kita harus menabung. Contohnya, 100 persen pendapatan, 10 persen ditabung buat liburan akhir tahun nanti," katanya, Jumat, 27 Februari 2020.

    Ia mencontohkan, misalnya jumlah biaya liburan setara dengan pendapatan, itu dianggap tidak tepat. "Jangan sampai begitu," ujarnya. Kemudian, bepergian menggunakan uang yang masih harus dilunasi sepulang liburan. "Sudah liburan, pulang masih bayar beban utang sebelumnya."

    Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan liburan pun tak mesti jauh. Ada banyak pilihan destinasi wisata yang murah serta kemudahan akses untuk dikunjungi, misalnya di kawasan Jawa, "Naik kereta ekonomi premium, harga murah nyaman dan ada AC (penyejuk ruangan)," tuturnya. "Pergi ke Banyuwangi banyak yang bisa dijelajahi."

    Bila tinggal di kawasan Jakarta, maka pelesiran bisa ke Bogor. Menurut dia, untuk wisata alam, Bogor boleh dibilang adalah destinasi yang tepat. "Banyak curug (air terjun) yang bagus banget. Bisa naik KRL (Commuter Line) ke Bogor, terus (lanjut) naik kendaraan online, aksesnya mudah sekali," katanya.

    Pelesiran di seputaran Jakarta juga banyak hal yang bisa menjadi pilihan berwisata. "Ada banyak sekali museum di Jakarta, atau pergi ke Kepulauan Seribu," ujarnya.

    Wisata kuliner pun salah satu keunggulan, ketika pelesiran di Jakarta. "Kuliner di Jakarta ini ada banyak banget, bahkan dari seluruh Indonesia," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.