Wisata Imlek Naik Perahu di Kali Pepe Solo, Tak Takut Bau & Kotor

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan lampion dipasang dan menyala di kawasan Pasar Gede Solo untuk merayakan Imlek. TEMPO | Ahmad Rafiq

    Ribuan lampion dipasang dan menyala di kawasan Pasar Gede Solo untuk merayakan Imlek. TEMPO | Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Hiasan lampion berwarna merah dipasang di sepanjang jalan kawasan Pecinan menjelang Hari Raya Imlek. Di Solo, lampion dipasang di Kawasan Kali Pepe, salah satu sungai yang melintas di dalam kota.

    Warga Solo dan wisatawan bisa menikmati suasana Imlek di kawasan Pecinan dengan menyusuri sungai menggunakan perahu yang dilengkapi mesin tempel. Tentu saja, wisata air itu hanya tersedia selama perayaan Imlek berlangsung.

    "Perahu ini akan beroperasi dari 15 hingga 25 Januari," kata Arga Dwi Setyawan, Ketua Panitia Grebeg Sudiro saat peluncuran wisata perahu Imlek, Selasa malam, 14 Januari 2020. Ada tiga perahu yang disiapkan untuk melayani pengunjung.

    Perahu Imlek beroperasi mulai petang hingga menjelang tengah malam. Untuk menaiki perahu itu, pengunjung perlu merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu per orang. Tempo sempat menjajal naik perahu berkapasitas sekitar 11 orang, itu. Untuk menjamin keamanan, perahu hanya boleh ditumpangi maksimal tujuh orang untuk sekali perjalanan.

    Wisatawan menikmati keindahan cahaya lampion Imlek dari atas perahu di Kali Pepe Solo, Jawa Tengah, Senin 18 Februari 2019. TEMPO | Ahmad Rafiq

    Jarak yang ditempuh sebenarnya tidak terlalu jauh, sekitar 700 meter. Perahu kemudian putar balik dan kembali ke titik awal keberangkatan. Durasi satu kali trip sekitar 15 menit. Selama naik perahu, penumpang bisa menikmati hiasan lampion yang menyala di sepanjang sungai dan hiasan mural di tepi sungai.

    Jangan khawatir dengan sampah dan bau menyengat yang kerap dilekatkan dengan sungai dalam kota. Kondisi Kali Pepe cukup bersih dan bebas dari aroma yang mengganggu. Begitu pula dengan keamanan. Petugas tetap menyediakan rompi pelampung kendati sungai tersebut tidak terlalu dalam.

    Masyarakat memadati jalan di kawasan Pasar Gede Solo saat uji coba penyalaan lampion Imlek, Selasa malam 14 Januari 2020. Lampion Imlek itu akan dipasang hingga sebulan ke depan. TEMPO | Ahmad Rafiq

    Arga Dwi Setyawan mengatakan kondisi Kali Pepe yang bersih dan tak berbau ini menjadi bukti kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan sungai tersebut. "Saat pertama kali digelar tiga tahun lalu, sampah dan bau memang menjadi masalah," kata Arga. Kesadaran itu mulai muncul saat ada hiasan mural di pinggir sungai.

    Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang menjajal naik perahu menyatakan cukup puas. Hanya saja, dia menilai ada sejumlah titik yang lampionnya perlu ditambah. "Demikian pula dengan lampu penerangan, masih ada beberapa yang kurang terang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.