Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ingat Ya, Kopi Pagaralam Asyik Diseruput di Lokasi Ini

image-gnews
Pengunjung sedang menikmati hamparan kebun teh di lereng Gunung Dempo, sembari menyeruput kopi Pagaralam atau kopi robusta Besemah. TEMPO/Parliza Hendrawan
Pengunjung sedang menikmati hamparan kebun teh di lereng Gunung Dempo, sembari menyeruput kopi Pagaralam atau kopi robusta Besemah. TEMPO/Parliza Hendrawan
Iklan

TEMPO.CO, Pagaralam - Kota Pagaralam selama ini tenar dengan objek wisata alam Gunung Dempo, hamparan ribuan hektar kebun teh dan sayur-mayur di sekelilingnya. Selain itu di kota yang berjarak sekitar 280 km dari kota Palembang ke arah Pendopo, Kabupaten Empat Lawang ini, menjanjikan kenikmatan luar biasa bagi penikmat kopi.

Di sanalah tempat kopi Pagaralam tumbuh, dan menjadi salah satu kopi berkualitas di Indonesia. Kopi Pagaralam kian ngepop ketika destinasi wisata baru bermunculan -- salah satunya yang sedang naik daun saat ini adalah Camping Groud Rizal (CGR). CGR dikembangkan oleh Marlyn Rizal, pengusaha muda asal Pelang Kenidai yang bermukim di Jakarta. 

Saat malam tiba, wisatawan dapat menghangatkan tubuh di sekeliling api unggun sembari menikmati kambing guling, kopi Pagaralam, dan aneka hidangan khas suku Besemah -- warga asli Pagaralam. Bahkan nama Besemah, diabadikan sebagai varian kopi Pagaralam: kopi robusta Besemah, yang jadi ikon kopi Sumatera Selatan. 
 
Kopi Pagaralam memang segar dinikmati pada pagi maupun sore, dalam suasana sejuk seperti di CGR. Kesegaran kopi itu membuat stamina terlecut, setela setelah bermalam di dalam tenda sembari bermalas-malasan dalam hawa yang sejuk. 
 
Tenda-tenda di Camping Ground Rizal berada di tepi sungai yang bisa digunakan untuk tubing. TEMPO/Parliza Hendrawan
 
Apalagi yang lebih indah dibanding kopi Pagaralam ditemani kicauan burung dari sela-sela pepohonan yang menghijau? Pagi di CGR dengan suara riak air di sepanjang aliran Sungai Lematang, Desa Pelang Kenidai, memang membuat perasaan riang.
 
Bila dirasa sudah siap secara fisik disertai dengan kondisi cuaca yang bersahabat, menurut Marlyn pengelola mengajak pelancong menjajal  arus Sungai Lematang yang belum tercemar dengan menggunakan perahu karet. “Lintasan arung jeramnya sepanjang 2 km bisa dinikmati siapa saja,” kata Marlyn Rizal, Sabtu, 4 Januari 2020.
 
CGR di Desa Pelang Kenidai hanya berjarak sekitar 30 menit dari pusat Kota Pagaralam. Semua jenis kendaraan pribadi roda dua dan empat bisa menembus hingga ke dalam kawasan seluas tiga hektar itu. Sabtu kemarin, TEMPO sempat menyambangi itu dengan menggunakan kendaraan pribadi.
 
Selepas dari jalan lintas sumatera dari arah kota, saya berbelok ke kanan menelusuru jalan desa sepanjang 5 km. Takjub memang, karena mata disuguhi hamparan kebun kopi masyarakat setempat. Selain itu jalanan yang naik, turun dan berkelok membuat saya teringat akses menuju Serambang Park di Ngawi, Jawa Timur. 
 
Kata Marlyn, selain menjadi sarana berkemah dan arung jeram yang menantang di CGR juga bisa menjajal mental dan selera muda lewat rafting, tubing, fun outbond, dan ditutup dengan acara barbeque. Harga yang ditawarkan sangat bervariasi mulai dari Rp25.000/pax hingga Rp320.000/pax.
 
Bahkan kata Marlyn, pihaknya bisa menyipakan paket liburan yang menyesuaikan dengan budget para pelancong. Dicontohkanya, paket camping grup dimulai Rp320.000/pax minimal 20 orang, dalam paket itu pelancong akan mendapatkan fasilitas tiket camping dan kendaraan, tenda dome berkapasitas dua sampai sembilan orang, sleeping bag, api unggun, alat masak, tubing 1 km, outbound game dan barbeque.
 
“Semua kebutuhan tamu kami siapkan mulai dari tenda, perahu karet, ban dan peralatan masak sekalipun kami ada,” ujarnya. 
 
Sementara itu Sekretris Daerah Pagaralam, Samsul Bahri Burlian mengatakan pihaknya sudah menyiapkan destinasi wisata baru yang berada tidak jauh dari pusat kota Pagaralam. Sedangkan objek wisata yang sudah ada telah mengalami perbaikan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pelancong.
 
Wisatawan sedang menikmati tubing melintasi Sungai Lematang, Desa Pelang Kenidai, Pagaralam, yang dikelola Camping Ground Rizal, TEMPO/Parliza Hendrawan
 
Semua objek wisata itu dia pastikan berada di luar hutang lindung yang belakangan ini diketahui sebagai tempat berkembang biaknya Harimau Sumatera. Destinasi yang terbilang baru tersebut berupa Rizal Camping Ground di Pelang Kenidai.
 
Selain itu katanya Pagaralam kini juga memiliki taman bunga matahari, rumah hobbit, bangunan dan objek foto dengan nuansa Eropa. Selain itu ada juga taman dan rumah kelinci. "Hanya saja untuk pendakian ke Gunung Dempo kami tetap menekankan untuk lebih waspada utamanya disekitar hutan lindung," katanya.
 
PARLIZA HENDRAWAN
 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gunung Dempo Meletus Setelah Air Danau Kawah Berubah Warna

52 hari lalu

Kawah Gunung Dempo. Shutterstock
Gunung Dempo Meletus Setelah Air Danau Kawah Berubah Warna

Sebelum letusan tersebut sudah sebulan ini terjadi perubahan warna air danau kawah Gunung Dempo.


Healing di Tepian Sungai Selangis, Aroma Bunga Kopi Menyelinap ke Dalam Tenda di Dusun Camp

15 Mei 2024

Pengelola objek wisata Riversides Dusun Camp Pagaralam menyiapkan beragam jenis tenda bila ingin bermalam. Destinasi ini bisa dijadikan tempat kemping dan bermain air. TEMPO/Parliza Hendrawan
Healing di Tepian Sungai Selangis, Aroma Bunga Kopi Menyelinap ke Dalam Tenda di Dusun Camp

Menikmati sensasi aroma kopi menyeruak ke dalam cabin serta tenda-tenda kemping yang ada di Riversides Dusun Camp


Melihat dari Dekat Aktivitas Pemetik Daun Teh di Kaki Gunung Dempo Pagaralam

15 Mei 2024

Mengintip aktivitas pemetik pucuk daun teh di Kota Pagaralam, Sumatra Selatan. Setiap hari masing-masing pemetik ini teh bisa menghasilkan hingga 250 kg pucuk teh. TEMPO/Parliza Hendrawan
Melihat dari Dekat Aktivitas Pemetik Daun Teh di Kaki Gunung Dempo Pagaralam

Di kebun teh kaki Gunung Dempo ini, wisatawan tak hanya menikmati kesegaran udaranya tetapi juga mencoba memetik pucuk daun teh layaknya petani.


Menikmati Eksotisme Pagi Hari di Pagaralam, Naik Tangga Seribu di Kaki Gunung Dempo

15 Mei 2024

Tangga 2001 atau lebih dikenal sebagai Tangga Seribu merupakan salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi saat melancong ke Pagaralam, Sumatra Selatan. Tangga Seribu berada di tengah kebun teh lereng Gunung Dempo. TEMPO/Parliza Hendrawan
Menikmati Eksotisme Pagi Hari di Pagaralam, Naik Tangga Seribu di Kaki Gunung Dempo

Di kaki Gunung Dempo terdapat Tangga Seribu. Jumlah anak tangganya bikin pengunjung penasaran.


Danau Kawah Gunung Dempo Berubah Warna Setelah Gempa Tremor Meningkat

9 Mei 2024

Kawah Gunung Dempo. Shutterstock
Danau Kawah Gunung Dempo Berubah Warna Setelah Gempa Tremor Meningkat

Air danau kawah Gunung Dempo di Sumatera Selatan teramati berubah warna dari hijau tosca menjadi abu-abu. Masyarakat sekitar diminta tetap tenang.


Wisata di Kaki Gunung Dempo Pagar Alam Dinilai Aman, Pendaki Dilarang Mendekati Kawah

24 Desember 2023

Warga desa di kecamatan Jarai memanfaatkan kesuburan lereng Gunung Dempo untuk menanam sayur mayur. TEMPO/Parliza Hendrawan
Wisata di Kaki Gunung Dempo Pagar Alam Dinilai Aman, Pendaki Dilarang Mendekati Kawah

Aktivitas Gunung Dempo terbilang masih cukup tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberinya status waspada.


Status Gunung Dempo Masih Level II di Akhir Tahun, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

23 Desember 2023

Warga desa di kecamatan Jarai memanfaatkan kesuburan lereng Gunung Dempo untuk menanam sayur mayur. TEMPO/Parliza Hendrawan
Status Gunung Dempo Masih Level II di Akhir Tahun, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

PVMBG melakukan pengamatan secara visual dan instrumental Gunung Dempo.


Healing ke Pagar Alam, Eksplor Air Terjun dan Menikmati Eksotisme Alam Lereng Gunung Dempo

14 Desember 2023

Air terjun Lematang Indah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Pagar Alam. TEMPO/Parliza Hendrawan
Healing ke Pagar Alam, Eksplor Air Terjun dan Menikmati Eksotisme Alam Lereng Gunung Dempo

Healing ke kota Pagar Alam bisa menjadi pilihan utama saat mengisi waktu luang selama libur Nataru


Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

26 Juli 2023

Gunung Dempo. Shutterstock
Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

Letusan yang terjadi di Gunung Dempo pada Selasa malam merupakan yang kedua pada Juli 2023 ini.


Wakil Wali Kota Pagaralam Muhammad Fadli Meninggal di Usia 37 Tahun

8 Desember 2022

Wakil Walikota Pagar Alam, Muhammad Fadli meninggal dunia usai bermain badminton. Fadli dikenal sebagai salah satu wakil walikota termuda di Indonesia. Dok pribadi
Wakil Wali Kota Pagaralam Muhammad Fadli Meninggal di Usia 37 Tahun

Wakil Wali Kota Pagaralam Muhammad Fadli meninggal setelah bermain bulutangkis. Dia meninggal dalam usia 37 tahun.