Wi-Fi Tenteng Meminimalkan Kerepotan Ini Saat Traveling

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 1. Beli tiket sesuai bujet berkat Price Alert

    1. Beli tiket sesuai bujet berkat Price Alert

    TEMPO.CO, JakartaWi-Fi tenteng kian jadi kebutuhan para traveler. Menurut pendiri JavaMifi Andintya Maris, Wi-Fi tenteng umum digunakan open trip, pelancong bisnis, bahkan juga solo traveler.

    "Karena modem bisa tethering (menambat), maksimal untuk lima gadget," katanya, Kamis, 28 November 2019.

    JavaMifi adalah penyedia jasa layanan sewa Wi-Fi. Sebuah merek lokal untuk portable Wi-Fi. Layanan Wi-Fi tenteng ini kerap digunakan pelancong Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

    Andintya menjelaskan, pemakaian Wi-Fi tenteng kerap diminati untuk bepergian kelompok. "Kalau pesan untuk orang yang banyak bisa lebih hemat," ujarnya.

    Menurut Andintya, Wi-Fi tenteng kerap diminati ketika pelancong bepergian ke luar negeri. Alasannya, kata dia, karena bisa diaktifkan langsung ketika tiba di negara tujuan.

    "Ketika sampai bandara bisa dinyalakan langsung koneksi menggunakan internet," tuturnya. "Kalau dulu kan harus sampai  di hotel dulu (pakai Wi-Fi)."

    Ia menjelaskan, JavaMifi bisa digunakan di 160 negara seluruh benua. Namun umumnya, pemakaian JavaMifi menurut data internal mereka, juga banyak digunakan di Eropa, "Karena orang ke Eropa tidak hanya berkunjung ke satu negara saja," katanya.

    Bepergian ke luar negeri pun tak repot ketika membawa portable Wi-Fi. (Foto: Shutterstock)

    Menurut dia, Wi-Fi tenteng membuat akses menggunakan internet di luar negeri semakin mudah. Andintya mencontohkan dengan penggunaan paket Internet roaming atau kartu Subscriber Identity Module (SIM) negara yang dikunjungi.

    "Kita harus urus dulu (kartu SIM) registrasi atau mungkin kendala bahasa. Travel Wi-Fi meminimalkan kerepotan itu," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.