Denyut Eks Pabrik Gula Banjaratma Menjadi Rest Area KM 260B

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas bangunan Pabrik Gula Banjaratma ditata menjadi tempat untuk berdagang para pelaku usaha kecil dan menengah. Foto: @happydyahdotcom

    Bekas bangunan Pabrik Gula Banjaratma ditata menjadi tempat untuk berdagang para pelaku usaha kecil dan menengah. Foto: @happydyahdotcom

    TEMPO.CO, Brebes - Lagu yang dinyanyikan Didi Kempot berjudul Ambyar diputar di bekas pabrik gula, peninggalan masa kolonial Belanda, pada Kamis, 15 November 2019.

    Lagu itu bagai menyambut kedatangan pelancong di bekas pabrik gula yang berada dalam kawasan Desa Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah. Bekas pabrik gula itu telah ditata menjadi tempat beristirahat (rest area) KM 260B, tol Trans-Jawa.

    Nasib Pabrik Gula Banjaratma memang tak seindah Pabrik Gula Colomadu di Karanganyar, yang menjadi kawasan wisata dan komersial usai berhenti beroperasi. Namun, setidaknya ia tak berlama-lama terbengkalai.

    Bekas bangunan itu ditata menjadi tempat untuk berdagang para pelaku usaha kecil dan menengah. Produk unggulan yang paling banyak dijual adalah telur asin. Ada telur asin yang diproses dengan cara rebus, panggang, pindang, dan oven. Ada pula produk lainnya yang cukup banyak ditawarkan, yaitu kopi dan tauco.

    Aneka jenis telur asin yang dijual di rest area KM 260B tol Trans-Jawa di Desa Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah. TEMPO/Bram Setiawan

    Siang itu perjalanan dari Semarang menuju Jakarta. TEMPO sempat singgah di KM 260B untuk sejenak bersantap di ujung bekas pabrik gula, Banaran 9 Resto Coffee and Tea. Sejenak menikmati jamu beras kencur yang dingin ketika bersantai.

    Secuil cerita tentang pabrik gula terpajang di dinding Banaran 9 Resto Coffee and Tea. Beberapa deretan bingkai memajang gambar peranti pada masa lampau yang pernah ada di bekas pabrik gula itu. Beberapa foto itu dilengkapi dengan keterangan tahun, di antaranya gambar Roda Gilingan Tebu (1922), Verdamping atau pan penguapan (1922), dan Besalen atau bengkel peralatan (1921).

    Bila meninjau laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pabrik gula Banjaratma itu dibangun pada 1908 oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, N.V. Cultuurmaatschappij.

    Pada peta Dutch Colonial Maps tahun 1918, Pabrik Gula Banjaratma disebut sebagai Station Banjaratma. Proefstations atau Stasiun Pengujian, adalah tempat khusus untuk melakukan penelitian ilmiah budidaya dan proses produksi gula.

    Pada 1997 masa terakhir operasional Pabrik Gula Banjaratma. Musababnya kerugian yang terjadi terus-menerus, membuat biaya operasional tidak sebanding dengan keuntungan.

    Menu es beras kencur di Banaran 9 Resto Coffee and Tea, di rest area KM 260B tol Trans-Jawa, kawasan Desa Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah. TEMPO/Bram Setiawan

    Kini pabrik gula itu kembali berdenyut. Meski aktivitas di dalamnya bukan lagi operasional pembuatan gula. Pelancong yang singgah di KM 260B bisa mengamati susunan bangunan sisa peninggalan pabrik gula itu. Bagian dinding masih dijaga susunannya, serta bangunan bekas operasional pabrik di dalam ruang.

    Lokasi istirahat KM 260B itu dilengkapi masjid, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), serta berbagai dagangan makanan. Area yang luas memungkinkan pelancong singgah untuk berkeliling menikmati suasana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.