Hotel HARRIS Bawa Konsep Baru ke Surabaya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit dibuat dengan konsep Stay Bright. Dok. Tauzia Hotels

    HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit dibuat dengan konsep Stay Bright. Dok. Tauzia Hotels

    TEMPO.CO, Surabaya - Manajemen Tauzia Hotels membawa konsep baru Hotel HARRIS, “Stay Bright” ke Surabaya. Konsep ini diterapkan pada HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit di kota Surabaya. Hotel yang terdiri dari 167 kamar ini memiliki lokasi strategis di daerah berkembang di Jl. H. R. Muhammad, Surabaya Barat dengan jarak tempuh hanya 5 menit dari pintu tol Satelit.

    “Penerapan konsep baru ini dikarenakan Surabaya adalah kota kedua terbesar, di mana para pebisnis datang bukan sekadar menginap namun juga berwisata. Dengan lokasi yang strategis dan fasilitas yang lengkap, kami yakin hotel ini bisa menjadi rumah kedua setiap pebisnis bertandang ke Surabaya,” ujar Virginie Tutin Sandstrom, General Manager dari HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit.

    Hotel ini didesain dengan konsep HARRIS New Generation hasil kolaborasi antara PT Joshie Arenco dan Sonny Sutanto Architects. Desain ini menekankan segi modern, cerah dan dinamis dengan sentuhan warna oranye. Gaya arsitektur yang bersih, maksimalisasi ruangan, dan nuansa materi natural dituangkan dalam perencanaan interior.

    Bright Stay memperhatikan penerangan dan maksimalisasi ruang. Konsep ini diterapkan pada HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit. Dok. Tauzia Hotels

    HARRIS New Generation juga memperhatikan permainan cahaya lampu, yang menjadi bagian penting dalam membangun suasana. Desain ini kian sempurna diselaraskan dengan semua komponen dan perabot ruanganyang unik, disesuaikan dengan gaya HARRIS New Generation. Setiap komponen dekoratif diseleksi sehingga setiap sudut hotel menjadi menyenangkan, ramah untuk semua tamu, dan instagramable.

    HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit memiliki kamar tamu bersuasana hangat, modern dan segar, yang khas dengan gaya HARRIS yang kasual dan unik. Kenyamanan ini ditunjang dengan kasur “Dreamazing”, yang khas Hotel HARRIS.

    Dengan lokasi yang mudah dijangkau, dekat dengan Ciputra World Mall, Pakuwon Mall dan berbagai tempat hiburan lainnya, hotel ini sangat cocok untuk pelancong bisnis yang membutuhkan tempat menginap yang nyaman dan mendukung produktivitas. Hotel ini juga cocok untuk keluarga yang butuh meluangkan waktu dari rutinitas sehari-hari.

    HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit memiliki fasilitas kolam renang pada atap. Dok. Tauzia Hotels

    HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit mendorong kegiatan hidup sehat, dengan menyediakan fasilitas gym, spa dan kolam renang outdoor. Anak-anak kecil bisa menikmati keceriaan dan keseruan di ruang Dino Kid’s Club.

    Para tamu juga dapat menikmati hidangan yang tersedia di HARRIS Cafe. Kafe ini diberi sentuhan konsep baru, berupa “H.UB” di mana para tamu bisa menikmati Co-Living Zone, Co-Working Zone, Grab & Go Zone and Boutique Zone dalam satu area sekaligus.

    Untuk mendukung Surabaya sebagai kota MICE, HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit juga dilengkapi dengan sembilan ruang meeting yang cocok untuk semua jenis kegiatan, mulai dari pertemuan bisnis yang kasual hingga kegiatan pesta yang mewah.

    HARRIS Cafe dirancang sebagai “H.UB” di mana para tamu bisa menikmati Co-Living Zone, Co-Working Zone, Grab & Go Zone and Boutique Zone dalam satu area sekaligus. Dok. Tauzia Hotels

    Untuk memperkaya program meeting, Hotel HARRIS juga menawarkan “The HARRIS Playground” bagi peserta atau delegasi. Acara yang dihelat ketika jam istirahat ini, bertujuan untuk mencairkan kejenuhan dari agenda meeting yang padat.

    Sementara untuk konferensi, HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit menawarkan Bright Ballroom yang bisa menampung hingga 800 orang untuk pesta koktail.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.