Menikmati Bus Mewah dengan Interior Serupa Ruang Rapat

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior otobus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 yang lapang dibuat seperti ruang rapat dengan fofa yang nyaman. TEMPO/Bram Setiawan

    Interior otobus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 yang lapang dibuat seperti ruang rapat dengan fofa yang nyaman. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Semarang - Pada 2008, sempat populer bus-bus yang dimodifikasi sebagai ruang meeting , bahkan dipakai untuk hotel berjalan bagi para musisi yang menggelar tur. Salah satu operatornya adalah Omah Mlaku

    Tren itu terus berlanjut dengan bus-bus mewah lainnya, dengan operator yang kian banyak. TEMPO menumpang otobus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542, yang melaju dari Semarang menuju Jakarta.

    Perjalanan Semarang-Jakarta itu dilakukan TEMPO pada Kamis, 14 November 2019. Interior bus terbilang lega, dengan penataan sofa saling berhadapan. Ada pula dua pasang kursi yang dilengkapi meja. Penumpang yang duduk bisa saling bertatapan wajah. Tentu saja perjalanan menjadi nyaman karena ruang yang lega.

    Namun penataan interior itu untuk sementara saja, "Kami coba penataan sementara saja. Nanti akan kembali ditata dengan kursi untuk jumlah 53 penumpang," kata Direktur Utama PT San Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan, Kamis, 14 November 2019.

    Ia menambahkan, otobus itu digunakan dalam waktu dekat akan digunakan untuk antarkota antarprovinsi (AKAP) rute Bengkulu-Pekanbaru.

    Saat dicoba untuk menempuh perjalanan Semarang ke Jakarta, bus ini berangkat dari pabrik Karoseri Laksana, Ungaran. Perjalanan sepenuhnya melewati tol Trans-Jawa. Bus berangkat pukul 11.30 menuju Bawen, kemudian masuk tol Trans-Jawa, melewati kawasan Weleri, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal.

    Penataan ruang otobus Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 yang lapang. Bus melakukan perjalanan dari Semarang menuju Jakarta, melewati tol Trans-Jawa, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Pukul 13.50 bus singgah di sebuah bekas pabrik gula, peninggalan kolonial Belanda. Namun tempat itu kini ditata sebagai tempat beristirahat (rest area) KM 260B, Banjaratma, Brebes.

    Menurut Kurnia, tren perjalanan menggunakan bus kian diminati masyarakat. Dengan adanya tol Trans-Jawa, ucap dia, boleh dibilang mempersingkat waktu tempuh. "Waktu tempuh menjadi terukur dan semakin singkat," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.