10 Pantai Anti Kemapanan dari Seluruh Dunia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pantai Merah di Panjin Shi, Cina ditumbuhi gulma berwarna merah. Membuat tempat ini seolah Planet Mars. Foto: Jia Mi/Flickr

    Pantai Merah di Panjin Shi, Cina ditumbuhi gulma berwarna merah. Membuat tempat ini seolah Planet Mars. Foto: Jia Mi/Flickr

    TEMPO.CO, Jakarta - Bila pantai berpasir putih dengan air biru toska terlalu biasa, maka berkunjunglah ke Georgia, Amerika Serikat. Di sana terdapat Pantai Driftwood. Uniknya, lanskap pantai itu berhias pohon-pohon roboh, karena pasir tak mampu menahan beratnya, akhirnya bertumbangan. Pohon-pohon itu mengering hingga ke akarnya menciptakan pemandangan yang unik.

    Sementara di Cina, pantai berawanya ditumbuhi semacam enceng gondok merah yang membawa wisatawan seperti di Planet Mars. Indonesia memperoleh tempat tersendiri dalam koleksi pantai-pantai unik ini. Atlas Obscura memasukkan dua pantai di Indonesia sebagai pantai yang unik: Pantai Lengkuas dan Pantai Pulau Pandar. Berikut pantai-pantai unik yang ditempa alam yang dirangkum oleh Atlas Obscura.

    Pantai Driftwood, Pulau Jekyll, Amerika Serikat

    Di negara bagian Georgia, Amerika Serikat terdapat Pantai Driftwood di Pulau Jekyll. Pantai ini menawarkan surealis berupa pepohonan kering. Pohon-pohon itu seperti patung-patung bengkok yang memenuhi pantai dan mengering sempurna dengan bantuan matahari.

    Fenomena pepohonan mongering ini karena abrasi membuat pasir pantai tak mampu menopang pepohonan, lalu bertumbangan kemudian mengering, menciptakan formasi Driftwood Beach yang indah. Pantai ini populer bagi fotografer amatir dan tempat unik untuk menggelar foto pre-wedding.

    Daratan penopang pada Pantai Driftwood tak mampu menahan pepohonan, sehingga bertumbangan. Pohon-pohon itu membusuk kemudian mengering jadi aksesoris pantai. Foto: Kayjay6284/Atlas Obscura

    Pantai Merah, Panji Shi, Cina

    Di perairan dangkal di Dawa, Cina, terdapat pantai yang ditumbuhi vegetasi merah tua yang mempesona. Gulma merah itu, menutup hamper seluruh permukaan. Namun masih terdapat perairan terbuka, yang membentuk aliran seperti sungai. Pola “sungai” berkelok-kelok itu menembus hamparan gulma merah. 

    Pantai Merah menjadi habitat burung crane atau burung jenjang. Burung besar berparuh, berkaki dan berleher panjang dari familia Gruidae, ordo Gruiformes ini, berbeda dengan bangau. Ia terbang dengan leher lurus dan merupakan burung yang setia seumur hidup terhadap pasangannya.

    Pulau Padar merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo. Pulau akibat gerakan vulkano ini didominasi savana dan bukit. Foto: Pericles Rosa/Atlas Obscura

    Pulau Pandar, Taman Nasional Komodo, Indonesia

    Pulau Padar berada dalam area Taman Nasional Komodo atau sekitar 20 mil (30 km) dari Labuan Bajo -- sebuah kota nelayan di bagian paling barat Flores. Pulau Padar merupakan pulau terbesar ketiga di Taman Nasional Komodo.

    Pulau Padar sebagian besar tertutup oleh padang rumput, lanskap surealis yang dibatasi oleh pegunungan dengan pantai berwarna biru. Pantainya memiliki tiga teluk, dengan pasir pantai berwarna putih mutiara, hitam, dan pink.

    Perairan dan daratan Pulau Padar dihuni spesies hiu, pari manta, dan reptil. Dulunya kawasan ini dihuni komodo namun mereka berpindah seiring langkanya makanan.

    Pulau Lengkuas, Indonesia

    Pulau Lengkuas merupakan pulau di lepas pantai Tanjung Kelayang, Belitung. Pantai indah itu terletak di utara desa Tanjung Binga. Lanskap pantai berpasir putih dengan bebatuan granit yang menonjol itu, berhias mercusuar 12 lantai. Tiap Lantai memiliki jendela dengan pemandangan laut. Mercusuar ini memiliki 12 lantai dengan jendela di setiap lantai. Pengunjung dapat menikmati pemandangan yang bervariasi dan indah dari jendela itu.

    Sejumlah kapal wisata bersandar di kawasan wisata Pulau Lengkuas, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, 21 Mei 2016. Pulau dengan ciri khas mercusuar peninggalan Belanda ini menjadi salah satu primadona pariwisata di Bangka Belitung. TEMPO/Frannoto

    Mercusuar berusia satu setengah abad itu masih berfungsi dengan baik. Tiga orang bekerja sebagai operator mercusuar. Dibutuhkan sekitar 30 menit dengan perahu dari Pantai Tanjung Kelayang atau dari Tanjung Binga, Sijuk. Selama perjalanan ke pulau ini, wisatawan bisa menikmati keindahan Pulau Burung, Pulau Babi, Pulau Pengadaran, Pulau Lutung, Pulau Kera dan Pulau Jenang.

    Selain pemandangan indah dari mercusuar, banyak orang datang ke sini untuk menyelam, menikmati terumbu karang, dan makan ikan bakar disertai dengan jus kelapa.

    Pantai Pasir Hitam Punalu’u, Hawaii

    Pantai Punaluu di Pulau Besar Hawaii memiliki pasir yang berwarna hitam. Asal muasal pasir itu berasal dari letusan vulkanik bawah laut. Tidak seperti pantai lainnya, pasir hitam Punaluu dibuat dari basal yang tersapu dari bawah ombak.

    Saat lava bawah laut mengeluarkan magma, batu yang sangat panas mendingin begitu cepat karena air asin. Lalu meledak menjadi partikel basal kecil yang terus-menerus naik dibawa ombak dan dilemparkan ke daratan. Daerah ini juga merupakan rumah bagi penyu sisik. Pantai pasir hitam adalah keajaiban alam satu-satunya di negara pulau itu.

    Pantai Pasir Hitam Punalu’u terbentuk akibat lava yang mendingin dengan cepat membentuk partikel pasir. Lalu menumpuk di pantai dibawa oleh ombak. Foto: Wikipedia

    Pantai Navagio, Pulau Zakinthos, Yunani

    Pantai Navagio di teluk tersembunyi di Pulau Zakinthos di perairan Yunani yang terpencil. Pantai pasir putih dengan laut bening berwarna toska ini, bersembunyi di balik pagar tebing. Mungkin tebing dan pantai pasir putihnya tak begitu menarik, namun dengan sedikit aksesoris kapal terdampar yang berkarat, pantai ini jadi unik. 

    Kapal yang terdampar itu berada di sana sejak 1983. Kapal Pangiotis itu merupakan kapal penyelundup rokok, miras, bahkan manusia. Saat dikejar aparat dalam cuaca buruk, kapal itu terdampar. Dan kini menjadi aksesoris pantai bahkan jadi monumen di atas pantai yang sunyi. Para wisatawan menjangkaunya dengan yacht lalu berjemur, berenang, dan bersantai seperti pantai pribadi.

    Julukan lainnya adalah "Shipwreck Beach" dan "Smuggler's Cove," pernah menjadi lokasi syuting drama Korea “Descendants of the Sun Korea”, yang menyebabkan diminati wisatawan Korea dan Cina. Pada peak season pantai sunyi ini dipenuhi wisatawan, yang membuat tempat ini meriah.

    Pantai Navagio di teluk tersembunyi di Pulau Zakinthos di perairan Yunani yang terpencil. Foto: Heather Cowper/Flickr

    Pantai Charmouth, Inggris

    Pantai Charmouth bukanlah pantai untuk berjemur ataupun berenang. Namun bila Anda punya jiwa arkeolog, pantai ini sangat pas. Pasalnya di antara bebatuan itu terdapat ribuan serpihan fosil dinosaurus. 

    Pantai Charmouth merupakan Pantai Jurassic, bagian dari bentangan tebing sepanjang 95 mil di sepanjang pantai selatan Inggris yang dikenal sebagai kuburan fosil dinosaurus purba. Meskipun disebut Pantai Jurassic, fosil-fosil dari daerah tersebut sebenarnya merentang periode Triassic, Jurassic, dan Cretaceous, yang mencapai sekitar 180 juta tahun sejarah.

    Pengunjung yang tertarik juga dapat pergi ke Charmouth Heritage Coast Centre, tempat penemuan-penemuan besar dan sejarah desa Charmouth – sebagai pengingat pantai tersebut tersebut merupakan cagar benda sejarah.

    Pantai Schoolhouse, Wisconsin, Amerika Serikat

    Pantai Schoolhouse, merupakan salah satu dari lima pantai tak berpasir. Pantainya diselimuti batu kapur yang bulat dan pipih. Berjalan-jalan di atasnya benar-benar merasakan refleksi alami. Namun disarankan memakai sandal atau sepatu. Dulu kala, terdapat sekolah yang terbuat dari papan kayu, namun dibongkar dan diubah menjadi area untuk barbeque.

    Playa del Amor Meksiko

    Keindahan Playa del Amor kira-kira begini: sebuah pulau hijau memiliki lubang raksasa. Di dalam lubang raksasa itu terdapat pantai rahasia, dengan banyak naungan, sinar matahari, dan air sebening kristal.

    Itulah Playa del Amor, umumnya dikenal sebagai Hidden Beach, adalah fitur dari salah satu Kepulauan Marieta, yang terletak sekitar 22 mil laut di sebelah barat Puerto Vallarta, Meksiko, di mulut Teluk Banderas.

    Pantai Playa del Amor tersembunyi di bawah permukaan tanah gugus kepulauan Merieta. Foto: Flickr/Christian Frausto Bernal

    Pantai itu seperti fantasi dalam novel-novel surealis: sebuah gua yang luas dan berpasir dengan air biru dari Samudera Pasifik yang mengalir masuk. Kepulauan Marieta merupakan gugusan pulau tak berpenghuni yang dibentuk oleh letusan gunung berapi bawah air. 

    Namun soal lubang di Playa de Amor, akibat pengeboman. Sebagai pulau tak berpenghuni, Marieta sangat ideal untuk uji coba senjata berat milik militer. Mulai awal 1900-an, senjata dan artileri diuji di Kepulauan Marieta. Kini kegiatan militer dilarang di kepulauan yang ditetapkan sebagai cagar biosfer UNESCO itu.

    Glass Beach, Fort Bragg, California

    Pada awal abad ke-20, penduduk Fort Bragg membuang sampah rumah tangga mereka di atas tebing. Mereka membuang kaca, peralatan, dan bahkan mobil ke tanah di bawahnya.

    Pada saat itu, daerah itu dimiliki oleh Union Lumber Company, dan penduduk setempat menyebutnya sebagai "The Dumps." Sampah yang menggunung itu akhirnya sebagian besar dibakar. Namun kegiatan ini akhirnya dihentikan oleh Dewan Pengawas Kualitas Air Pantai Utara dan pemerintah kota Fort Bragg.

    Pada tahun 2002, California State Park membeli properti Glass Beach seluas 38 acre, dan kemudian memasukkannya ke dalam MacKerricher State Park. Ombak Lautan Pasifik selama 40 tahun membuat kaca-kaca dan berbagai perabot remuk dalam partikel. Membuat kaca-kaca di sana berubah menjadi butiran kristal yang indah. Tapi, memungut kristal kaca dilarang di pantai itu. Dan ingat pakai sandal dan sepatu bila menyusuri pantai itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.