Hutan Kota Keren di Jantung Kota Dunia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang seniman jalanan melompat ke udara saat memasuki musim gugur di Central Park, New York, 29 Oktober 2015. REUTERS/Lucas Jackson

    Seorang seniman jalanan melompat ke udara saat memasuki musim gugur di Central Park, New York, 29 Oktober 2015. REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Hutan kota menjadi solusi masalah polusi udara di perkotaan, sekaligus pereda efek rumah kaca. Kosep ini telah digunakan di Indonesia. Keberadaan hutan kota di Penjaringan di Jakarta Utara, Babakan Siliwangi di Bandung, dan hutan-hutan kota lainnya menunjukkan betapa pentingnya udara bersih bagi kota.

    Kepentingan lainnya, warga kota memiliki ruang publik untuk bertemu dan bersantai. Demikian pula para pekerja, bisa bersantai sejenak di tengah kota dalam suasana asri. Nah, berikut hutan kota di kota-kota dunia yang ditata dengan apik. 

    Forest of Belfast, Irlandia

    Irlandia memiliki ruang terbuka hijau. Baik di pedesaan maupun di perkotaan. Salah satunya Forest of Belfast yang terletak di Irlandia bagian utara. Saking luasnya, kawasan hutan ini sambung menyambung, menjadi beberapa hutan kota yang saling terhubung, antara lain Colin Glen Forest Park, Gortin Glen Forest Park, dan Belvoir Forest Park.

    Pengelola Forest of Belfast bekerja sama dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, organisasi pecinta lingkungan, dan warga untuk menjadikan kota tersebut sebagai urban forest terbesar di dunia.

    Kota Belfast, Irlandia, di seberang Hutan Kota Belvoir. Foto: @j_w_g_w

    Waipoua Forest, Selandia Baru

    Sebagaimana Irlandia, Selandia Baru memiliki ruang terbuka hijau berwujud hutan yang luas. Salah satu hutan kota di negeri paling selatan bumi itu adalah di Northland. Tempat ini adalah satu-satunya hutan asli terbesar yang tersisa. Hutan ini akhirnya dikelola dan bisa dikunjungi oleh wisatawan.

    Daya tarik Hutan Waipoua ini berupa pohon kauri, pohon khas Selandia Baru. Dua pohon itu dinamakan Tane Mahuta dan Te Matua Ngahere, kedua pohon ini sudah berusia sekitar 2.500 tahun. Pohon kauri ini tumbuh hingga mencapai 50 meter dan menjadi rumah bagi burung-burung hutan.

    Central Park

    Kota sesibuk dan seramai New York memilih ruang untuk bernapas lega: Central Park. Meskipun disebut taman, sejatinya ia adalah hutan kota luas di pusat kota Manhattan, New York. Warga New York atau New Yorker bisa bersantai di dalamnya, sembari menikmati pepohonan menutupi gedung-gedung jangkung. 

    Hutan ini didiami 4 juta lebih pepohonan dengan 1.500 jenis. Dan merupakan paru-paru kota New York yang padat dengan kendaraan bermotor. Hutan kota ini mulai digagas pada 1850-an ketika New York kian padat. Lalu, tanah seluas 843 hektare ditanami pepohonan hingga menghijau sebagai hutan buatan. Di dalam Central Park terdapat area jogging, arena bermain, danau kecil, jalur peseda, dan bermain sepatu roda.

    Pohon Tane Mahuta berusia 2.500 tahun di dalam Hutan Waipoua, Selandia Baru. Foto: @veefrowe

    Tijuca Forest, Brasil

    Tijuca Forest merupakan ikon wisata Brasil, lokasinya berada di Rio de Janeiro, Brasil. Hutan yang luasnya hampir 3.300 hektare ini merupakan hutan tropis yang diklaim sebagai hutan kota terbesar di dunia. Tempat ini menjadi tempat tinggal bagi 62 spesies mamalia dan berbagai jenis flora. Di dalamnya terdapat air terjun, salah satu yang paling terkenal adalah Cachoeiro do Horto. 

    Wisatawan tak lengkap berkunjung ke Rio de Janeiro. Tijuca Forest sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun taksi. Fasilitas dan infrastruktur di hutan itu sangat lengkap, seperti jembatan, patung, restoran hingga kapel. Wisatawan sebaiknya mengunjungi Hutan Tijuca pasa saat musim panas, ketika bunga dan hewan menampakkan wujud terbaiknya. 

    Tijuca Forest merupakan hutan kota terbesar di dunia. Hutan ini mengepung kota Rio de Jeneiro, Braisl. Foto: @tartine.jcqt

    Karura Forest, Kenya

    Kenya memiliki Karura Forest yang terletak di Nairobi, ibu kota Kenya. Hutan ini memiliki luas hingga 1.063 hektare dan menjadi tempat tinggal bagi beberapa 200 spesies burung, monyet hutan, babi, landak, musang Afrika, kupu-kupu dan berbagai binatang lainnya.

    Hutan kota ini digunakan warga untuk bersepeda, berlari atau sekadar berjalan di bawah rindangnya pepohonan dengan rute sepanjang 50 km. Dalam hutan ini, terdapat air terjun, hutan bambu dan tanah rawa. Terdapat dua hutan kota lainnya di Nairobi, berupa Hutan Ngong dan Oloolua yang luasnya lebih kecil dari Hutan Karura.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.