Hutan Kota, Penyelamat Sekaligus Penghibur Warga

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berfoto di sekitar jembatan gantung Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi yang tidak terawat, Minggu (29/4). Kayu jembatan yang hilang, vandalisme, dan sampah menjadi pemandangan umum di kawasan yang dideklarasikan menjadi Hutan Kota Dunia pada Tunza International Children & Youth Conference On The Environment 2011 lalu. TEMPO/Prima Mulia

    Warga berfoto di sekitar jembatan gantung Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi yang tidak terawat, Minggu (29/4). Kayu jembatan yang hilang, vandalisme, dan sampah menjadi pemandangan umum di kawasan yang dideklarasikan menjadi Hutan Kota Dunia pada Tunza International Children & Youth Conference On The Environment 2011 lalu. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah masifnya pembangunan ruang terbuka hijau kian penting. Ruang ini bisa dialihkan menjadi hutan kota. Menurut laman foresteract.com, hutan kota merupakan kawasan yang sebagian atau seluruhnya ditutupi pepohonan, yang sengaja dibiarkan tumbuh alami seperti layaknya hutan ataupun dengan sengaja ditanam.

    Kehadiran hutan kota ini bermanfaat untuk mengurangi berbagai masalah lingkungan, di kota yang penyebabnya karena adanya dampak negatif pembangunan.

    Selain itu, hutan kota juga berfungsi sebagai perbaikan akan fungsi lingkungan hidup, pemanfaatannya juga berfungsi untuk menambah nilai-nilai estetis. Berikut hutan kota yang jadi destinasi wisata, yang dihimpung TEMPO.

    Taman Hutan Kota Langsa

    Pemerintah Kota (Pemkot) Langsa, Aceh, memiliki wisata Taman Hutan Kota Langsa. Hutan kota ini digemari pengunjung, kerena memiliki berbagai jenis pepohonan berukuran besar. Berbagai jenis kayu berkelas seperti merbau, damar, meranti dan lain-lain.

    Untuk menjaga kelestarian hutan yang alami ini, LSM Balee Juroeng, para pegiat dan pecinta lingkungan mendirikan basecamp di sana. Selain merawat hutan kota, secara teratur mereka juga menanam bibit pohon. Taman Hutan Kota Langsa menjadi sumber pendapatan daerah dari pariwisata.

    Taman hutan Kota Langsa, berada di Kotamadya Langsa. Hutan ini menjadi sumber pemasukan Pemkot Langsa dari pariwisata. Foto: @busra_sikumbang

    Taman Hutan ini lokasinya hanya 1 km dari Jalan Ahmad Yani, menuju pinggiran Desa Paya Bujok Seuleumak,berdekatan dengan Perumnas Kota Langsa. Untuk memasuki area ini para pengunjung hanya dikenakan retribusi Rp5.000 rupiah per orang -- sudah termasuk biaya asuransi apabila pengunjung mengalami kecelakaan di lokasi hutan yang rimbun ini.

    Taman Hutan Kota Kaombona Palu

    Hutan Kota Kaombona berlokasi di Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore. Hutan itu menjadi magnet bagi sebagian warga Kota Palu dan sekitarnya. Hutan kota ini menjadi lokasi yang populer untuk berswafoto. Magnet untuk berswafoto berupa pohon-pohon kayu yang pernah ditanam Ibu Negara Tien Soeharto pada 1971. 

    Pohon-pohon yang ditanam itu tumbuh subur, adakalanya dedaunannya meranggas, yang menciptakan pemandangan unik. Jaraknya, yang hanya 4,2 km dari pusat Kota Palu, membuatnya menjadi destinasi wisata urban utama.

    Untuk menikmati suasana Hutan Kota Kaombona Palu, pengunjung belum dikenakan tiket masuk. Hanya dikenakan tarif parkir, untuk sepeda motor Rp2.000, sedangkan roda empat Rp3.000.

    Hutan Kota Kaombona berlokasi di Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore. Hutan itu menjadi magnet bagi sebagian warga Kota Palu dan sekitarnya. Foto: widyakejora03 Foto: @widyakejora03

    Hutan Pakal Surabaya

    Hutan Kota Pakal terletak di Desa Sidorejo, Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal, Surabaya. Objek wisata seluas 6 hektare ini berada sekitar 500 meter dari jalan utama. Berlokasi di dekat kawasan industri, Hutan Pakal membantu mengurangi polusi sekaligus menjadi paru-paru kota.

    Hutan kota ini kian asri dengan pepohonan besar. Lebih dari 60 jenis tanaman tumbuh subur di area ini. Selain itu, ada pula tambak-tambak ikan dan urban farming yang dimiliki oleh warga setempat di sekitar lokasi itu.

    Hutan Kota Penjaringan

    Wisata Taman Hutan Kota Penjaringan berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara. Lokasinya terbilang strategis, pasalnya, Penjaringan merupakan salah satu wilayah terpadat dan berdekatan dengan laut. Tentu membutuhkan daerah resapan dan paru-paru kota. 

    Taman hutan kota ini memiliki berbagai fasilitas yang bisa dinikmati oleh umum, seperti jogging track, taman yang luas, rumah makan, kamar mandi, area parkir kendaraan, dan masih banyak fasilitas lainnya. Semua ini dapat dinikmati dengan gratis oleh masyarakat umum.

    Sejumlah pelajar mengamati keadaan hutan lindung untuk melihat satwa liar dalam Asian Waterbird Census 2019 di Hutan Lindung Angke Kapuk, Penjaringan, Jakarta, Sabtu, 19 Januari 2019. ANTARA/Dede Rizky Permana

    Babakan Siliwangi

    Babakan Siliwangi merupakan daerah resapan. Sempat berfungsi sebagai taman kota, namun Pemkot Bandung mengubahnya menjadi hutan kota. Lokasinya berada di Jalan Tamansari, Dago, Bandung. Tempat ini menyajikan pepohonan besar dan rindang dengan pemandangan yang indah, tupai yang meloncat dari satu pohon ke pohon lain dan juga kicauan burung yang merdu.

    Di dalamnya terdapat forest walk, yang membuat pengunjung bisa leluasa berjalan-jalan di dalam hutan. Konsep jalur khusus pejalan kaki ini menggunakan skywalk -- seperti jembatan namun memungkinkan wisatawan melihat dari dekat pepohonan. Nilai plus lainnya, Babakan Siliwangi berdekatan dengan Cihampelas Walk, Teras Cikapundung, Kebun Binatang, dan masih banyak lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.