Arab Saudi Sambut Wisatawan, Hati-Hati Jangan Langgar Aturan Ini

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs Madain Saleh yang diyakini merupakan kampung kaum Tsmaud. Foto: @visitsaudiarabia

    Situs Madain Saleh yang diyakini merupakan kampung kaum Tsmaud. Foto: @visitsaudiarabia

    TEMPO.CO, JakartaArab Saudi membuka dirinya untuk semua wisatawan yang berumur di atas 18 tahun. Namun, mereka diharuskan mengajukan e-visa dengan biaya US$120. Visa tersebut berlaku setahun dengan lama tinggal

    90 hari di negara ini. Sebelumnya, Arab Saudi hanya mengeluarkan visa untuk ziarah keagamaan dan visa bisnis. Pengumuman monumental ini adalah bagian dari program reformasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dengan Visi 2030-nya.

    Ia ingin mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak dan mendiversifikasi ekonominya melalui pariwisata dan hiburan. Selama dua tahun terakhir, pemerintah juga telah mengumumkan peluncuran beberapa proyek ambisius, termasuk mega-kota hiburan di Riyadh – yang ukurannya dua kali Orlando World Disney. Lalu wisata pantai futuristik di sepanjang pantai Laut Merah, dan pemulihan situs Warisan Dunia UNESCO.

    Pada tahun 2030, pemerintah mengharapkan 100 juta kunjungan tahunan, peningkatan investasi asing dan domestik di hotel dan fasilitas terkait. Penciptaan jutaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan pariwisata dari saat ini 3 persen menjadi 10 persen dari Produk Domestik Bruto negara itu – sebagaimana dinukil dari Reuters.

    Untuk menarik wisatawan dari Eropa dan Amerika, Arab Saudi telah melonggarkan beberapa pembatasan konservatifnya, seperti memberikan hak perempuan untuk mengemudi dan bepergian tanpa wali, mengekang kekuatan polisi moral, mengizinkan pasangan turis yang belum menikah untuk menyewa kamar hotel, dan berpakaian santai. 

    Dalam 10 hari pertama pengenalan e-visa, 24.000 wisatawan mengunjungi Arab Saudi. Meskipun infrastruktur pariwisata belum memadai, namun wisatawan terpuaskan untuk melihat budaya dan pemandangan alam Arab Saudi – degan penduduk yang ramah plus berbagai insentif.

    Sekitar 12 ribu unta dari berbagai wilayah Arab Saudi, negara-negara teluk dan negara-negara Arab berpartisipasi dalam Festival Unta. Sumber: SPA/arabnews.com

    Bila Anda berencana ke Arab Saudi, berikut adalah beberapa tips dasar dan budaya bagi para pelancong yang pertama kali ke negeri itu:

    Keamanan

    Dengan berita ini, orang-orang bertanya: Apakah Arab Saudi Aman untuk turis? Ya, Arab Saudi aman untuk turis. Seperti halnya bepergian ke negara lain di dunia, patuhi peraturan dan kebiasaan setempat, perhatikan lingkungan sekitar Anda, dan gali informasi sebelum bepergian. Pastikan untuk berkonsultasi dengan biro perjalanan Anda.

    Ruang Publik

    Ruang publik di Arab Saudi dipisahkan antara pria dan wanita. Jangan menunjukkan rasa cinta di muka umum dengan berlebihan, seperti mencium ataupun memeluk. Mintalah izin sebelum memotret penduduk setempat. Di bawah kode etik publik, ini merupakan pelanggaran yang dapat dihukum. Pelanggaran lainnya termasuk merusak properti publik, bermain musik selama waktu salat, dan melanggar aturan berpakaian. 

    Turis perempuan tidak diharuskan untuk mengenakan abaya, namun semua wisatawan diharuskan berpakaian dengan sopan. Jangan mengenakan pakaian ketat dan membuka pakaian di depan umum. Panduan berpakaian ini ada dalam situs Visit Arab Saudi. Toko-toko dan restoran tutup selama waktu salat lima waktu. Untuk memaksimalkan perjalanan Anda, rencanakan rencana perjalanan Anda sesuai dengan waktu ini.

    Arab Saudi adalah negara Muslim. Sementara non-Muslim dipersilakan dan diizinkan untuk mempraktikkan agama mereka di ruang pribadi. Berkhotbah di forum publik atau di platform media sosial dilarang. Propaganda jahat melawan negara, pemerintah, dan agama adalah pelanggaran berat. Penjualan, pembelian atau konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang di negara ini.

    Segala pelanggaran bisa didenda dari puluhan hingga ratusan real. Selain itu, ada ancaman kurungan penjara.

    Kebiasaan Sosial

    Anda akan menemukan penduduk setempat ramah, murah hati, dan sama penasarannya dengan Anda. Tidak jarang diundang untuk makan bersama atau secangkir gahwa (kopi Arab) dan kurma. Tuan rumah Anda - dan bahkan orang asing - ingin menyampaikan sambutan dan menawarkan tanda keramahan mereka, seperti makanan atau bahkan hadiah kecil. Tidak sopan menolak tawaran semacam itu. Ingat saja, selalu terima dan makan serta minum dengan tangan kanan Anda.

    Jika diundang ke rumah warga Saudi, lepaskan sepatu, kecuali tuan rumah bersikeras agar Anda memakainya. Di majelis tradisional (ruang duduk dengan bantal di lantai) Anda diharapkan untuk duduk di lantai – kecuali dipersilakan untuk duduk di kursi di ruang lain.

    Six Flag merilis rancangan taman hiburan Qiddiya Arab Saudi.[The National/Qiddiya Six Flag] 

    Warga Saudi sangat senang berdiskusi mengenai kebudayaan mereka. Untuk menghindari menyinggung perasaan tuan rumah, jauhilah topik politik atau agama. Membiasakan diri dengan ritual Saudi seperti salam dan jabat tangan akan selalu membuat kesan yang baik dengan tuan rumah Anda. "Marhaban!" (Selamat datang) adalah cara yang biasa untuk menyapa dan Anda dapat merespons dengan "Marhabtain" (Saya memberi Anda dua sambutan).

    Laki-laki tidak seharusnya mengulurkan tangan kepada seorang wanita di negeri itu, kecuali dia melakukannya terlebih dahulu. Nah, Arab Saudi sangat ketat mengenai penegakan norma. Bertanya kepada pramuwisata atau penduduk lokal adalah yang terbaik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.