Benteng Pendem Ngawi Direstorasi, Ongkosnya Rp 150 Miliar

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benteng Van Den Bosch, Ngawi, Jawa Timur. ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo

    Benteng Van Den Bosch, Ngawi, Jawa Timur. ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu objek wisata sejarah yang menjadi perhatian pemerintah di Ngawi, Jawa Timur, adalah Benteng Pendem atau Benteng Van Den Bosch. Pada Jumat, 1 Februari 2019, Presiden Joko Widodo pernah berkunjung ke benteng ini sambil ngopi santai.

    Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan peremajan Benteng Pendem untuk melestarikan peninggalan sejarah dan meningkatkan kunjungan wisata. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi, Rudi Sulisdiana mengatakan dana untuk restorasi Benteng Van Den Bosch diperkirakan Rp 150 miliar.

    "Dana itu berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," kata Rudi di Ngawi, Selasa 17 September 2019. Dana restorasi tersebut, menurut dia, akan dicairkan secara bertahap selama tiga tahun mulai 2020. "Mudah-mudahan untuk tahap pembangunan fisiknya bisa cair Rp 100 miliar."

    Rencananya, restorasi Benteng Pendem akan dimulai dengan membuat penyangga benteng, khususnya pada sejumlah bagian yang rawan roboh. Langkah berikutnya adalah meremajakan bangunan fisik dari benteng peninggalan zaman Kolonial Belanda tersebut.

    Benteng Van Den Bosch ini merupakan bekas markas pertahanan tentara Hindia Belanda. Luasnya 6,5 hektare dan dibangun secara bertahap selama 18 tahun, dari 1861 hingga 1879. Memiliki nama lain Pendem atau dalam bahasa Indonesia berarti pendam, sebab benteng ini sempat tertutup tanah pesisir pantai dan tidak terurus. Benteng ini kemudian ditemukan dan mulai digali Pemerintah Cilacap pada 1986.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?