Sail Nias 2019, Wisatawan dari 15 Negara Nikmati Pesona Nias

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemantauan lokasi pusat gempa melalui udara pasca gempa 7,8 skala Richter di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat,  2 Maret 2016. Gempa ini membuat tebing di objek wisata Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, longsor, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Dok. TEMPO

    Pemantauan lokasi pusat gempa melalui udara pasca gempa 7,8 skala Richter di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, 2 Maret 2016. Gempa ini membuat tebing di objek wisata Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, longsor, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Nias Selatan Sail Nias 2019 akan berlangsung di Nias Selatan, Sumatera Utara pada Sabtu, 14 September 2019. Sebanyak 126 peselancar dari 15 negara akan mengikuti perhelatan itu sekaligus menikmati keindahan alam di Nias.

    Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Anggraeni Dachi mengatakan para peselancar luar negeri berasal dari Amerika Serikat, Australia, Portugal, Jepang, Venezuela, Prancis, Afrika Selatan, Argentina, Chile, Brazil, Spanyol, New Zealand, dan Peru. "Peselancar tersebut terdiir dari laki-laki sebanyak 102 orang dan perempuan 24 orang," kata dia.

    Penonton menyaksikan aksi peselancar asal Jerman, Sebastian Steudtner, saat berusaha menaklukkan ombak besar di Praia do Norte, Nazare, Portugal, 9 November 2018. REUTERS/Rafael Marchante.

    Para peserta surfing dibagi dalam dua bagian yakni untuk Man Qualifying Series (QS) 3000 dan Women pada Qualifying Series (QS) 1000. Anggraeni mengatakan Nias Pro Internasional Surfing yang merupakan bagian dari acara Sail Nias 2019 menunjukkan Nias Selatan sebagai salah satu destinasi wisata bahari kelas dunia.

    Melalui Sail Nias 2019, pemerintah berharap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Nias Selatan semakin meningkat dan akhirnya berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat di sana. "Nias Selatan selama ini sudah dikenal, khususnya oleh para peselancar dunia," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.