Bandara Baru, Target Baru Pariwisata Jogja

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu anggota tim kesenian Sarilaras dari Berkeley, Amerika Serikat, tampil sebagai pemukul gamelan dalam pementasan Wayang Kulit di halaman kantor Dinas Pariwisata Propinsi Yogyakarta, 12 Agustus 2015. Pertunjukan wayang kulit ini juga ditonton banyak wisatawan mancanegara. TEMPO/Pius Erlangga

    Salah satu anggota tim kesenian Sarilaras dari Berkeley, Amerika Serikat, tampil sebagai pemukul gamelan dalam pementasan Wayang Kulit di halaman kantor Dinas Pariwisata Propinsi Yogyakarta, 12 Agustus 2015. Pertunjukan wayang kulit ini juga ditonton banyak wisatawan mancanegara. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Berstatus salah satu 10 destinasi unggulan, Jogja mengandalkan Bandara Adisutjipto yang kapasitanya hanya 1,8 juta per tahun. Inilah yang menjadi faktor kedatangan wisatawan mancanegara kurang maksimal. Pasalnya, pesawat berbadan besar yang langsung dari Eropa tak bisa mendarat di bandara itu.

    Dengan pembangunan bandara baru, pariwisata Jogja lebih menggeliat. Presiden Jokowi berharap, wisatawan mancanegara turut meningkat dengan adanya rute-rute baru internasional. 

    Hal tersebut diutarakan Jokowi saat meninjau perkembangan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 
     
    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara secara spesifik meninjau fasilitas terminal penumpang di lantai tiga bandara yang utamanya diperuntukkan bagi penerbangan internasional.
     
    "Ini betul-betul sebuah bandara yang sangat besar. Dengan luas terminal 219.000 meter persegi yang bisa menampung 20 juta penumpang per tahun," ujarnya.
     
    Sebelum Bandara Internasional Yogyakarta dibangun, para pengguna layanan transportasi udara dari dan menuju Jogja, melalui Bandara Adisutjipto yang berada di Kabupaten Sleman. Padahal, bandara yang juga melayani penerbangan internasional tersebut diketahui hanya mampu melayani penumpang hingga 1,8 juta tiap tahunnya.
     
    Presiden berharap agar tambahan bandara dengan kapasitas terminal yang naik berkali lipat tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menarik minat kunjungan ke DIY sekaligus meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia, khususnya ke Kota Budaya tersebut.
     
    "Tambahan slot yang besar itu akan kita berikan kepada penerbangan-penerbangan luar negeri sehingga semakin banyak turis yang datang ke Indonesia, khususnya ke Yogyakarta dan sekitarnya," kata Presiden.
     
    Bandara Internasional Yogyakarta dan terminalnya tersebut nantinya juga akan terhubung dengan sejumlah moda transportasi yang akan semakin memudahkan para pengguna layanan. Terminal yang ditinjau Presiden kali ini juga ditargetkan untuk dapat diselesaikan dan beroperasi pada akhir Desember tahun 2019 ini.
     
    "Ini nanti akan diselesaikan Desember. Kemudian plus nanti dihubungkan dengan kereta, selesai Maret (tahun depan)," tuturnya.
    Presiden Jokowi bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X meninjau Bandara Internasional Yogyakarta. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
     
    Selama peninjauan berlangsung, Presiden tampak didampingi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.