Tambah 4 Musala Baru, Sholat di Bandara Adisucipto Kian Nyaman

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta

    Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Para pengguna jasa bandar udara alias bandara Adisucipto Yogyakarta yang beragama Islam kini semakin nyaman melaksanakan salat, sebab ada tambahan empat musala  baru di terminal A.  Ke-empat musala itu masing-masing dua di ruang tunggu dan dua lagi di area lobi di sisi timur. Jamaah puteri dipisah dengan jamaah putera.

    Alasan pengelola menambah musala karena setiap hari bandara internasional itu melayani lebih dari 23 ribu penumpang. Mayoritas penumpang itu tentu muslim. “Musala yang dulu hanya bisa menampung sedikit. Sekarang bisa menampung paling tidak 40 orang,” kata  Kepala Bandara Adisucipto Agus Pandu Purnama, Kamis, 22 November 2018.

    Apalagi banyak juga pengantar penumpang, sehingga mereka  bisa menggunakan musala di lobi. “Pengguna musala di lobi tidak hanya penumpang tapi juga pengantar. Biasanya yang mau terbang satu orang, yang mengantar bisa 10 orang. Mereka bisa dengan nyaman berdoa di musala untuk keselamatan penerbangan,” kata dia.

    Demi kenyamanan itu pula mukena setiap hari diganti sehingga tetap bersih dan wangi. Warna mukena itu tidak sama setiap harinya. Sehingga,  “Saya mudah untuk cek,” kata Agus

    Agus mengatakan meskipun tahun depan akan ada bandara baru di Kulon Progo , namun Adisutjipto tetap berbenah demi kenyamanan dan keamanan para penumpang.  “Sebab,  bandara ini masih tetap beroperasi untuk penerbangan komersial, dan tidak hanya untuk pesawat militer.”

    PT Angkasa Pura I selaku otoritas bandara di Daerah Istimewa Yogyakarta memproyeksikan bandara Adisutjipto nantinya akan digunakan untuk penerbangan domestik. Sementara bandara baru di Kulon Progo akan menjadi bandara internasional karena kapasitasnya jauh lebih besar baik dari sisi terminal ataupun runway-nya.

    Itu sebabnya pembenahan tetap dilakukan pengelola bandara.  Tidka hanya musala, kapasitas ruang tunggu juga ditambah. Awalnya hanya 800 an seat, kini ditambah 600 seat. Ruang tunggu baru itu akan digunakan untuk penumpang Lion Group yaitu untuk Lion Air, Wings Air dan juga Batik Air.

    MUH SYAIFULLAH (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.