Jogja Cross Culture Etalase Wisata Jogja, dari Wayang Hingga Jamu

Pertunjukan wayang ukur memeriahkan acara Jogja Cross Culture. TEMPO/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Ribuan warga dan wisatawan terus memadati kawasan Titik Nol Kilometer. Mereka menyaksikan perhelatan agenda budaya Jogja Cross Culture, yang dipusatkan di kawasan Titik Nol Kilometer Sabtu-Minggu, 3-4 Agustus 2019.

Hari pertama Jogja Cross Culture Sabtu (3/8) dimulai sejak pukul 15.00 WIB dengan aksi pembukaan Festival Jamu, yang diikuti para perajin jamu yang mewakili seluruh kecamatan di Kota Yogya.

Tak kurang 12 stand jamu tradisional berderet di sisi utara Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949. Asyiknya, sambil dihibur pertunjukkan tari Kayon, pengunjung bisa menyeruput secara gratis minuman herbal segar berbahan ekstrak kencur, beras, jahe, dan dan asam itu.

Dalam festival jamu ini, setiap stan tidak berlomba-lomba menjaja jamunya. Bahkan para perajin juga antusias berbagi pengetahuan, bagaimana khasiat dan cara pembuatan minuman tradisional itu kepada pengunjung.

Menginjak malam harinya, masih di kawasan Titik Nol yang kian ramai, pengunjung disuguhi pertunjukkan Wayang Kota, yaitu pementasan wayang ukur yang dibawakan lima orang dalang muda. Mereka adalah dalang Bumi Gedhe Taruna, Ganes Sutono, Bayu Probo, Sunu Prasetya, dan Bayu Gupito.

Kelimanya berkolaborasi membawakan lakon Kancingjaya, yang menceritakan tentang sepak terjang tokoh Gatotkaca dengan disutradarai oleh Ki Catur “Benyek” Kuncoro yang menjadi penulis naskahnya.

Penampilan wayang ukur ini dimulai dengan satu dalang berada di depan kelir sepanjang 10 meter dan setinggi 2,5 meter, yang membelakangi penonton seperti aksi dalang umumnya. Sementara empat dalang lain dibantu oleh para panjak berada di balik kelir. 

Para dalang itu lalu secara bergantian dan kompak menggerakkan wayang sehingga memunculkan bayang-bayang yang memperindah tampilan selama kurang lebih tiga jam ini.

Wayang ukur yang dimainkan sendiri merupakan milik maestro wayang asal Kota Yogyakarta, Sigit Sukasman.

“Kancingjaya merupakan salah satu nama dari tokoh utama lakon ini yaitu Gatotkaca, yang tidak banyak dikenal orang. Kisah ini menjadi menarik karena keutuhan cerita, fase demi fase dibangun dari penyatuan kelima dalang,” ujar penulis naskah Ki Catur Kuncoro.

Pagelaran ini mencatatkan sebuah proses fase demi fase penyatuan para dalang. Diawali dengan kegiatan workshop wayang ukur, para dalang usia muda yang awalnya hanya mendengar tentang keunikan wayang ukur itu, lantas memiliki kesempatan untuk menyentuh bahkan memainkannya dalam pementasan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang hadir dalam perhelatan itu mengatakan lewat Jogja Cross Culture ini menjadi penanda bahwa Yogya masih menjadi rumah beragam kultur yang terus berinteraksi saling menyesuikan jaman tanpa kehilangan ruhnya.

“Jogja Cross Culture menandai bagaimana kultur di Yogyakarta selalu bisa bersama-sama dengan kultur lain saling menghidupkan dan memberikan kekuatan. Sehingga terus melahirkan persilangan budaya dalam bentuk kesenian yang dinamis ” ujar Heroe.

Pada hari kedua Jogja Ctoss Culture Minggu (4/8), sejak pagi digelar agenda bertajuk Historical Trail Njeron Journey, yang mengajak para peserta menjelajah dan mengenal keunikan dan keragaman budaya yang ada di dalam beteng Keraton Yogya.

Usai itu dilanjutkan kegiatan Sketsa Bersama Maestro di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta yang menghadirkan sejumlah seniman kawakan Yogya.

Baru pada tengah hari 12.00 WIB giliran Keroncong Paramuda menghibur masyarakat di kawasan Titik Nol tersebut. Anak-anak pun mendapat kesempatan menikmati dan bersenang-senang di Jogja Cross Culture dengan Dolananè Bocah nJobo Latar pada pukul 15.00 WIB yang disambung dengan aksi menari bersama ratusan penari di kegiatan nJogéd nJalar Jog Jag Nong.

Wali Kota Yogyakarta, Heroe Purwadi saat membuka Jogja Cross Culture 2019, Sabtu (3/8). TEMPO/Pribadi Wicaksono

Pada Minggu petang selepas Isya’, Jogja Cross Culture dipungkasi dengan Historical Orchestra Selaras Juang kemudian peluncuran program pemerintah kota, gandhes luwes dan jenang golong gilig, yang diharapkan akan menjadi makanan khas Kota Yogyakarta.

Menutup seluruh rangkaian Jogja Cross Culture 2019 ini, digelar Cross Culture Performance Réunèn yang salah satu bintang tamu di dalamnya adalah Nugie.

PRIBADI WICAKSONO






Besok Rayakan Hari Wayang Nasional, Begini Kisah Penetapannya

19 hari lalu

Besok Rayakan Hari Wayang Nasional, Begini Kisah Penetapannya

Ki Manteb Soedharsono pernah mengungkapkan sudah lama ia mengajukan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional. Empat tahun lalu kemarin baru ditetapkan.


Hari Wayang Dunia 2022 di ISI Surakarta, Dibuka Ganjar Pranowo dengan Mendalang

20 hari lalu

Hari Wayang Dunia 2022 di ISI Surakarta, Dibuka Ganjar Pranowo dengan Mendalang

Tema yang diusung dalam peringatan Hari Wayang Dunia yang ke-8 ini adalah Mawayang Hayu: Wayang Moderasi dan Keberagaman.


Hari Wayang Nasional: Ragam Jenis Wayang di Indonesia

20 hari lalu

Hari Wayang Nasional: Ragam Jenis Wayang di Indonesia

UNESCO tetapkan wayang sebagai Warisan Mahakarya Dunia yang Tak Ternilai dalam Seni Bertutur pada 7 November 2003, kemudian jadi Hari Wayang Nasional.


Meriahnya Karnaval HUT Yogyakarta ke-266, Warga dan Wisatawan Padati Pusat Kota

49 hari lalu

Meriahnya Karnaval HUT Yogyakarta ke-266, Warga dan Wisatawan Padati Pusat Kota

Masyarakat setempat dan wisatawan itu antusias menonton Wayang Jogja Night Carnival atau WJNC, yang menjadi puncak perayaan HUT Kota Yogyakarta ke-266


Kota Yogyakarta Trending di Twitter, Deretan Tokoh Wayang Ini Bakal Warnai Karnaval Besar Lintasi Tugu Jogja

49 hari lalu

Kota Yogyakarta Trending di Twitter, Deretan Tokoh Wayang Ini Bakal Warnai Karnaval Besar Lintasi Tugu Jogja

Namun, dari 14 rangkaian acara yang sudah digelar sejak awal Oktober itu, puncak peringatan HUT Kota Yogyakarta paling ditunggu tak lain malam ini.


Aksi Dalang hingga Karnaval HUT Yogyakarta ke-266 Sedot Antusiasme Wisatawan

51 hari lalu

Aksi Dalang hingga Karnaval HUT Yogyakarta ke-266 Sedot Antusiasme Wisatawan

Sejumlah gelaran peringatan HUT ke 266 Kota Yogyakarta yang digelar sejak awal Oktober dan masih berlangsung hingga saat ini dipadati kunjungan wisatawan.


Puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266, Ratusan Seniman Akan Meriahkan Karnaval Wayang

53 hari lalu

Puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266, Ratusan Seniman Akan Meriahkan Karnaval Wayang

Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #7 jadi puncak acara HUT ke-266 Kota Yogyakarta pada 7 Oktober 2022.


13 Oleh-oleh Khas Yogyakarta yang Enak dan Wajib Dibeli

10 September 2022

13 Oleh-oleh Khas Yogyakarta yang Enak dan Wajib Dibeli

Rekomendasi Oleh-oleh tradisional khas Yogyakarta Paling Legendaris, enak dan wajib dibeli wisatawan


Mainkan Wayang dengan Dalang Terbanyak, UMY Pecahkan Rekor Dunia

5 September 2022

Mainkan Wayang dengan Dalang Terbanyak, UMY Pecahkan Rekor Dunia

Para mahasiswa itu membawa wayang kreasi mereka sendiri dalam berbagai bentuk berukuran A3 yang merepresentasikan berbagai suku di Indonesia.


Kebaya Goes To UNESCO, Berikut 12 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang Diakui UNESCO

1 September 2022

Kebaya Goes To UNESCO, Berikut 12 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang Diakui UNESCO

Indonesia memiliki sejumlah kebudayaan yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Kebaya Goes to UNESCO pun digelar.