Murah, Kota Tua Masih Jadi Target Wisata Liburan Sekolah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak berfoto di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat, 7 Juni 2019. Pada masa libur cuti Lebaran, kawasan wisata Kota Tua Jakarta dipadati wisatawan. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Sejumlah anak berfoto di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat, 7 Juni 2019. Pada masa libur cuti Lebaran, kawasan wisata Kota Tua Jakarta dipadati wisatawan. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah orang tua memilih mengajak anak-anaknya mengisi masa libur sekolah dengan pergi wisata ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu 27 Juni 2019. "Anak minta diajak jalan-jalan, ya sudah saya bawa ke sini, hitung-hitung isi liburan sekolah," ujar salah seorang pengunjung, Ida Rabu 26 Juni 2019.

    Baca: Daya Tarik Bunga Es, Pengunjung Bromo Melonjak 30 Persen

    Ida datang bersama putranya Hamid, dan dua orang keponakannya, Dafa dan Amira, yang masing-masing masih duduk di bangku sekolah dasar. Mereka tiba di kawasan Kota Tua sekitar pukul 10.00 WIB.

    Maksud Ida untuk berangkat lebih pagi agar bisa merasakan suasana Kota Tua yang lengang, ternyata tidak sesuai rencana. Objek wisata berjuluk Oud Batavia (Batavia lama) tersebut ternyata sudah dipadati pengunjung sejak pagi. "Ini karena ramai, anak-anak main sepeda ontel hias jadi harus pelan-pelan, takut nabrak orang yang lewat," kata perempuan paruh baya itu.

    Ida memilih kawasan Kota Tua sebagai tujuan wisata mengisi libur sekolah sang anak karena dinilai murah meriah. Cukup dengan uang Rp 100.000, dia dan keluarganya sudah bisa bermain sepeda ontel hias dan berkunjung ke beberapa museum yang ada lokasi tersebut.

    Warga berjalan di trotoar yang menjadi lokasi berjualan PKL di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta, Sabtu, 20 April 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Tarif menaiki sepeda ontel hias dipatok sebesar Rp 20.000 per 30 menit. Sementara harga tiket masuk Museum Wayang sebesar Rp 5.000. "Modal Rp 100.000 anak sudah senang. Kalau buat makan tadi kebetulan bawa bekal dari rumah," ujar Ida.

    Hal yang tidak jauh berbeda diungkapkan oleh pengunjung lainnya, Fatma. Warga Kebayoran Baru tersebut sengaja mengajak sang putri ke kawasan Kota Tua untuk memperkenalkan wisata museum. "Di sini ada banyak museum ya, ada Museum Seni Rupa, Museum Wayang, jadi memang ingin memperkenalkan wisata yang bermuatan edukasi kepada anak," ucap dia.

    Ida sendiri tidak mempermasalahkan meningkatnya jumlah pengunjung. Banyaknya masyarakat yang mengunjungi kawasan Kota Tua, termasuk museum-museum, justru menandakan bahwa masih banyak orang yang peduli dengan wisata berbau sejarah. "Daripada menghabiskan waktu main handphone di rumah, lebih baik di sini kan. Menambah ilmu, menambah wawasan. Biaya yang dikeluarkan juga terjangkau," kata Fatma.

    Staf pelayanan informasi kawasan wisata Kota Tua, Supriyantoro mengatakan peningkatan pengunjung mulai terjadi sejak satu bulan terakhir.

    Baca: Menikmati Suasana Sejuk dan Bersih di Desa Penglipuran Bali

    Momentum hari raya Idul Fitri, hari ulang tahun Jakarta ke-492, serta masa libur sekolah yang mulai tiba dinilai menjadi faktor terjadinya eskalasi jumlah pengunjung. "Karena Kota Tua memang dikenal sebagai tempat wisata yang murah meriah di Jakarta, jadinya banyak masyarakat yang memilih Kota Tua sebagai tujuan wisata," ucap Supriyantoro.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.