Ramadan di Tanah Abang, Intip 5 Lokasi Wisata Dekat Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Blok G Tanah Abang, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. Blok G Tanah Abang akan direvalitasasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menarik minat masyarakat berbelanja di sana. Revitalisasi itu termasuk program penataan kawasan Tanah Abang tahap dua setelah pembangunan jembatan multiguna atau <i>skybridge</i> rampung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana Blok G Tanah Abang, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. Blok G Tanah Abang akan direvalitasasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menarik minat masyarakat berbelanja di sana. Revitalisasi itu termasuk program penataan kawasan Tanah Abang tahap dua setelah pembangunan jembatan multiguna atau skybridge rampung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesta demokrasi 2019 harus tercoreng dengan adanya kericuhan yang terjadi di beberapa tempat pada Rabu 22 Mei 2019. Salah satu lokasi yang sempat menjadi lokasi amuk massa adalah Tanah Abang. Pada menjelang pagi tadi, massa perusuh yang bertahan di sekitar Tanah Abang masih melakukan perlawanan pada pasukan antihuru-hara gabungan Polri-TNI.

    Baca: Bentrok di Tanah Abang, Massa Copoti Besi-Besi Pembatas Jalan

    Massa yang bertahan di seberang underpass Tanah Abang, Jalan Pasar Blok A dan jalan Pasar Blok E, bertahan menggunakan batu dan petasan yang diarahkan kepada petugas gabungan. Massa tersebut sempat dipukul mundur sekitar pukul 03.50 WIB. Namun, massa yang kemudian menyerang dengan petasan kembang api besar dan membuat barikade di atas underpass Tanah Abang, berhasil bertahan.

    Tanah Abang sebenarnya adalah lokasi yang sangat padat penduduknya. Orang dari seluruh dunia berniaga di pasar grosir yang terkenal itu. Pada bulan Ramadan, Tanah Abang juga biasanya ramai oleh orang yang hendak mempersiapkan hari raya. Di sekitar Tanah Abang juga ada beberapa lokasi wisata yang sebenarnya bisa Anda kunjungi untuk menghabiskan waktu senggang Anda pada saat Ramadan. Berikut 5 di antaranya.

    Kain ulos yang ditunjukkan dalam Pameran kain Ulos di Museum Tekstil, Jakarta, Rabu, 19 September 2018. (Tempo/Yatti febri Ningsih)

    1. Museum Textile
    Museum yang berjarak sekitar 550 meter dari Pasar Tanah Abang. Museum Tekstil merupakan sebuah cagar budaya yang secara khusus mengumpulkan, mengawetkan, serta memamerkan karya-karya seni yang berkaitan dengan pertekstilan Indonesia. Bertempat di Jalan Aipda K.S. Tubun No.4, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, museum ini secara resmi dibuka pada tanggal 28 Juli 1976.

    Sebagai sebuah museum tekstil terbesar di Indonesia, museum ini mempunyai koleksi-koleksi yang terhitung banyak, yakni sekitar 1.000 buah. Keistimewaan museum ini terletak pada koleksi-koleksinya yang kebanyakan merupakan koleksi tekstil tradisional Indonesia. Koleksi-koleksi tersebut dikelompokkan dalam empat bagian, yakni koleksi kain tenun, koleksi kain batik, koleksi peralatan, dan koleksi campuran. Wisatawan yang berkunjung ke museum ini dapat menyaksikan aneka kain batik bermotif geometris sederhana hingga yang bermotif rumit, seperti batik Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Palembang, Madura, dan Riau. Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan bendera Keraton Cirebon yang merupakan koleksi pilihan, karena usianya yang paling tua. Bendera itu terbuat dari bahan kapas berupa batik tulis yang berhias kaligrafi Arab. Bendera mirip plakat itu konon merupakan peninggalan bersejarah dari tahun 1776 M yang sangat disakralkan di Istana Cirebon. Pada saat itu bendera tersebut sering dipakai sebagai simbol syiar Islam.

    Penari bersiap melakukan tarian tradisional yang dilaksanakan oleh di Mall Grand Indonesia, Jakarta, Ahad, 11 November 2018. Acara tersebut untuk mengajak masyarakat agar lebih dekat dengan tarian tradisional yang dimiliki oleh Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    2. Mall Grand Indonesia
    Mall Grand Indonesia hanya berjarak 1,3 kilometer dari Pasar Tanah Abang. Mall ini adalah salah satu tempat nongkrong yang sangat diminati anak muda. Mall ini terdiri dari tiga bagian: East Mall, West Mall dan sebuah Skybridge yang menghubungkan kedua bagian tersebut. Skybridge tersedia di lantai 1, 2, 3, 3A, dan 5 dengan sebuah foodcourt berkonsep Food Louver yang berada di lantai 3. Mall yang dibuka pada 2007 oleh Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, ini juga memiliki wahana Magic Fountain Show, tempat air mancur menari dan bernyanyi yang dipertunjukkan setiap hari dengan pertunjukan, musik, kebyaran warna warni lampu, dan tarian air mancur yang bagus. Tempat wisata ini menyediakan kebutuhan keluarga dan kebutuhan gaya hidup di satu tempat.

    Penampilan Maestro Suling, Gus Teja tampil dalam konser musik bertajuk From Heaven To Earth di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, 16 Juli 2016. Gus Teja menampilkan musik instrumental yang memadukan musik bambu dan kayu. TEMPO/Nurdiansah

    3. Galeri Indonesia Kaya
    Galeri Indonesia Kaya adalah ruang edutainment budaya yang berbasis teknologi digital dari Indonesia. Tempat yang berada di dalam gdung Grand Indonesia ini menyuguhkan informasi kekayaan budaya nusantara, mulai dari alat musik tradisional, mainan tradisional, baju adat, sampai informasi tentang kuliner, pariwisata, tradisi dan kesenian dikemas secara digital dan interaktif di tempat ini.

    Galeri yang bisa diraih dengan jalan kaki selama 17 menit dari Pasar Tanah Abang ini menawarkan alternatif dalam mempelajari tradisi budaya Indonesia dengan cara yang lebih modern, menyenangkan, mudah dan gratis. Ada pula auditorium berkapasitas 150 yang menyuguhkan tontonan budaya, mulai dari seni panggung, musik, pemutaran film, diskusi budaya, seminar dan workshop secara gratis.

    Galeri Indonesia Kaya juga menyuguhkan berbagai macam pertunjukan budaya dari seniman-seniman Indonesia, baik mereka yang baru berkiprah atau mereka yang telah lama berkecimpung dalam dunia seni, tiap akhir pekan.

    Calon pembeli memilih kerudungan untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran di Thamrin City, Jakarta, 1 Juni 2018. Jelang Lebaran warga mulai berburu baju muslim yang harganya mulai dari Rp. 50.000. TEMPO/Fajar Januarta

    4. Thamrin City
    Thamrin City adalah salah satu pusat perbelanjaan favorit masyarakat. Gedung yang terletak 1,1 kilometer dari Pasar Tanah Abang ini sangat terkenal dengan beragam pilihan batiknya. Pusat perbelanjaan ini memiliki beberapa pusat atau zona seperti : Pusat Batik Nusantara, pasar Tasik khusus pada hari Senin dan Kamis mulai beroperasi Pk.04:00, Pusat Busana Muslim, Oleh-oleh Haji,Celluler Zone, Handy Craft, Perkantoran, Tempat Kuliner.

    5. Pasar Oleh - Oleh Haji
    Bagi warga muslim yang tidak mau repot beli oleh-oleh di tanah suci, Anda juga bisa berbelanja oleh-oleh haji di kawasan Pasar Tanah Abang. Kawasan Pasar Tanah Abang yang menjual oleh-oleh khas haji tersebar di blok A, B, dan F. Anda bisa menemukan sajadah, parfum, peci, kurma dengan berbagai variasi, juga air zamzam.

    MUSEUM TEKSTIL JAKARTA| TRIPADVISOR | GRAND INDONESIA | ANTARA | THAMRIN CITY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.