Jaringan Hotel Accor Kenalkan Cerita Makanan di Culinary Journey

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Vice President Food and Beverage, Luxury AccorHotels South East Asia Nigel Moore, Lisa Simo Regional Director Marketing, Loyalty, and Communications Accor Indonesia, dan Chief Operating Officer Accor Indonesia, Malaysia, Singapore and South Asia Garth Simmons  saat sesi foto seusai jumpa media Culinary Journey di Hotel Raffles Jakarta, Selasa, 30 April 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    (dari kiri) Vice President Food and Beverage, Luxury AccorHotels South East Asia Nigel Moore, Lisa Simo Regional Director Marketing, Loyalty, and Communications Accor Indonesia, dan Chief Operating Officer Accor Indonesia, Malaysia, Singapore and South Asia Garth Simmons saat sesi foto seusai jumpa media Culinary Journey di Hotel Raffles Jakarta, Selasa, 30 April 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kuliner jaringan hotel Accor di Indonesia menghadirkan program Culinary Journey untuk mengungkapkan kisah di balik setiap makanan. Program Culinary Journey ini akan berlangsung sepanjang tahun 2019 di 120 restoran seluruh hotel Accor di Indonesia.

    Baca: 8 Makanan Tradisional yang Dicari di Pontianak Saat Ramadan

    "Para tamu akan menikmati masakan internasional dan rasa autentik lokal dari tujuh destinasi," kata Chief Operating Officer Accor Indonesia, Malaysia, Singapore, and South Asia, Garth Simmons di Hotel Raffles Jakarta, Selasa, 30 April 2019.

    Ragam kuliner yang disajikan dalam program Culinary Journey adalah hidangan khas Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Lombok. "Tim kuliner kami menyajikan masakan khas daerah masing-masing untuk para tamu yang menginap di hotel-hotel kami," ujarnya.

    Regional Director Marketing, Loyalty, and Communications Accor Indonesia, Lisa Simo menjelaskan program Culinary Journey bukan sekadar icip-icip atau menyantap makanan, melainkan menceritakan latar belakang resep makanan tersebut.

    Lisa mencontohkan hidangan ikan bakar patin sambal tempoyak. "Ada cerita, tempoyak itu berasal dari durian yang difermentasi selama lima hari kemudian dicampur dengan sambal," tuturnya. "Cerita-cerita seperti ini yang ingin kami angkat sebagai daya tarik bagi pengunjung."

    Baca juga: Cara Mengatasi Sembelit tanpa Obat, Ini yang Harus Dihindari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.