Tips Sehat Wisata Kuliner: Hati - hati Street Food

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengunjung melintas di pintu masuk berupa ornamen dari bambu di lokasi wisata Pasar Kebon Watu Gede di Magelang, Jawa Tengah, 28 Oktober 2018. Pasar yang berada di tengah kebun bambu itu digelar setiap hari Minggu Legi dan Minggu Pahing penanggalan Jawa. Selain berisi berbagai macam jajanan, pasar tersebut juga menawarkan daya tarik keindahan alam pedesaan, kuliner tradisional dan nuansa Tempo Doeloe. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    Pengunjung melintas di pintu masuk berupa ornamen dari bambu di lokasi wisata Pasar Kebon Watu Gede di Magelang, Jawa Tengah, 28 Oktober 2018. Pasar yang berada di tengah kebun bambu itu digelar setiap hari Minggu Legi dan Minggu Pahing penanggalan Jawa. Selain berisi berbagai macam jajanan, pasar tersebut juga menawarkan daya tarik keindahan alam pedesaan, kuliner tradisional dan nuansa Tempo Doeloe. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang melakoni wisata kuliner saat melancong. Selain menikmati objek wisata, wisata kuliner bikin perut kenyang dan menambah pengetahuan rasa karena bisa mencoba aneka makanan khas di daerah wisata yang dituju.

    Baca: Tahu Beda Nasi Kapau dan Nasi Padang?

    Hanya saja, sekali saja salah ketika menjalani wisata kuliner, maka bisa jadi semua agenda perjalananmu kacau. Kalau sudah sakit perut atau alergi kambuh karena makanan tertentu, maka kamu tak bisa leluasa bepergian dan menderita di tempat asing.

    Sebab itu, penting untuk memperhatikan apa yang disantap saat wisata kuliner. Direktur Utama Green Wok Astrid Suryatenggara, mengingatkan agar selalu memperhatikan higienitas setiap makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. "Karena saat sedang travelling kita harus sehat," kata Astrid di Jakarta, Jumat, 1 Februari 2019.

    Seorang wisatawan menikmati beragam kuliner Jawa Timur di Pasar Blauran, Surabaya. TEMPO/Rully Kesuma

    Memang wisata kuliner tak bisa lepas dari agenda wisata keseluruhan. Namun demikian, Astrid melanjutkan, bukan berarti orang tersebut lepas kendali dan mencoba semua makanan khas tanpa berpikir panjang. Contoh, ketika berwisata kuliner makanan yang ada di pinggir jalan, Astrid mengatakan, perhatikan faktor kebersihan dan bahan makanan yang diolah.

    Baca juga: Wisata Kuliner Tanpa Menjebol Kantong

    "Kalaupun wisata kuliner street food, hindari minum minuman yang ada es batu dan kurangi makanan goreng," ujarnya. Musababnya, ada kekhawatiran es batu dan minyak yang dipakai sebagai bahan menggoreng kurang bersih. Dari pengamatan saja, sebenarnya orang sudah bisa menilai apakah makanan tersebut higienis atau tidak.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?