Pariwisata Berkelanjutan Ada Trip of Wonder, Apa Peran Vlogger?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kamera (Pexels.com)

    Ilustrasi Kamera (Pexels.com)

    TEMPO.CO, Jakarta – Pariwisata berkelanjutan di Indonesia didukung berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan kekuatan media sosial. Salah satu kegiatannya adalah Trip of Wonder.

    Baca juga: Promo Pariwisata di Lithuania, Nasi Uduk pun Ikut Pameran

    Trip of Wonder melibatkan vlogger atau influencer profesional dari mancanegara dan lokal. Mereka diajak mengelilingi 10 destinasi wisata prioritas. “Vlogger atau influencer dipilih yang benar-benar concern terhadap isu sustainable tourism. Negara asalnya bisa berbeda, tetapi secara khusus negara asal wisatawan yang banyak datang ke Indonesia,” jelas Valerina Daniel Tenaga Ahli Menteri Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan saat dihubungi, Senin 28 Januari 2019.

    Kampanye digital Trip of Wonder ini melalui unggahan video di channel media sosial vlogger atau influencer. Dengan menyertakan hastag #WonderfuIndonesia. Harapannya agar para pengikut setia mereka bisa melihat keindahan pesona wisata Indonesia.

    Selain itu, ada pula Indonesia Sustainable Tourism Photo Competition. “Trip of Wonder adalah kegiatan untuk kategori profesional, sementara Indonesia Sustainable Tourism Photo Competition terbuka untuk umum. Pada tahun 2018, kompetisi foto ini diikuti 250 peserta dari 20 negara,” tutur Valerina Daniel.

    Tema kompetisi tahun lalu adalah kearifan lokal untuk pariwisata berkelanjutan. Setiap peserta kompetisi harus mengunggah sejumlah foto di daerah Indonesia yang mengandung poin lingkungan, komunitas, dan ekonomi sebagai unsur utama dari Pariwisata berkelanjutan. Menurut Valerina Daniel, kedua kegiatan tersebut akan dilakukan kembali di tahun ini. Diikuti sejumlah rencana lain yang segera diumumkan untuk promosi pariwisata berkelanjutan.

    Baca juga: Bandara Gaet Traveler Generasi Milenial, Bikin Lomba Vlog

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.