Berburu Hantu di Inggris, Hantu Bangsawan sampai Proletar Ada

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • York Castle Museum di Inggris. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

    York Castle Museum di Inggris. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

    TEMPO.CO, Kota York,Inggris - Sumber ketegangan malam itu adalah Steve. Saya tak sempat menanyakan nama lengkapnya. Lelaki berkepala plontos itu menjadi pemandu bagi tur hantu buat saya dan sekitar 24 orang lainnya pada akhir pekan kedua Januari 2019.

    Baca: Menyeramkan, Ibu Asal AS Lihat Penampakkan Hantu Putranya di CCTV

    Kami mengikuti The Original Ghost Walk of York, salah satu tur hantu di York, sebuah kota Inggris di bagian tengah. Angin malam tak menihilkan rasa penasaran saya: apakah saya bakal bertemu hantu malam ini?

    Steve adalah seorang tukang cerita yang berdedikasi sekaligus jenaka. Sebelum tur dimulai, dia bertanya kepada seorang laki-laki yang datang bersama pasangannya. "Apakah Anda percaya pada hantu?" Saat peserta itu menggeleng, seketika Steve menyambar, "Lalu mengapa Anda ada di sini? Tapi persepsi Anda akan berubah setelah ini."

    Ketika ceritanya diganggu oleh kawanan angsa yang berenang di River Ouse, Steve menghardik binatang dengan suara yang melengking tinggi. "Shut up!" kata Steve yang disambut gelegak tawa oleh peserta tur. Alisnya berkerut-kerut ketika memperkenalkan tur yang dia pandu. Intonasinya melengking ketika menceritakan satu bagian yang dia anggap penting. Namun, suaranya bisa kembali rendah saat masuk ke kisah yang misterius dan menyeramkan.

    Untuk membangun atmosfer ketegangan, Steve mengawali cerita tentang George Villiers, the Duke of Buckingham II. George merupakan politikus Inggris yang ikut berperang selama masa Revolusi Inggris. George pernah menjadi penasihat Raja Charles pada 1660 saat Inggris melakukan restorasi monarki. Pada masanya, George memiliki laboratorium di Kota York yang kini beralih fungsi menjadi pub bernama The Cock and Bottle. "Dan, George kini sering nongol di bar itu," kata Steve dengan nada yang diseram-seramkan. Dia menunjuk lokasi yang juga berada di seberang River Ouse.

    Artikel lainnya:
    Menengok Eks Kampung Gafatar, Kenapa Bisa Jadi Kota Hantu?

    Hantu George, kata Steve, kadang muncul dengan posisi duduk di kursi dekat perapian. Namun, acapkali hantu ini bersembunyi di dalam toilet perempuan. Entah untuk alasan apa, saya juga tak sempat bertanya. Menurut Steve, beberapa kali pengunjung perempuan The Cock and Bottle komplain karena lampu di toilet sering hidup mati tanpa sebab. "Yang menyeramkan, ada pengunjung yang merasa tangannya disentuh oleh tangan sedingin es. Itulah hantu George!"

    Saya hanya manggut-manggut. Sementara, peserta lain tampak terpana mendengarkan cerita Steve. Kisah George di The Cock and Bottle Pub merupakan menu pembuka The Original Ghost Walk of York malam itu. Tur berburu hantu memang menjadi salah satu daya tarik di kota ini. The Original Ghost Walk of York telah diselenggarakan sejak 1973. Tur ini diyakini sebagai sebagai tur hantu pertama di dunia.

    Selanjutnya: Clifford’s Tower, Tempat Eksekusi Penjahat pada Masanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?