Nomadic Tourism akan Dikembangkan di Sepanjang Tol Trans Jawa

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Batang Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Pra Uji Laik Fungsi dan Keselamatan Trans Jawa tersebut bertujuan untuk memastikan iregulasi yang manyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan. ANTARA/Zabur Karuru

    Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Batang Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Pra Uji Laik Fungsi dan Keselamatan Trans Jawa tersebut bertujuan untuk memastikan iregulasi yang manyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata akan mengembangkan konsep nomadic tourism di sepanjang jalur tol Trans Jawa sekaligus mempromosikan destinasi potensial di setiap wilayah yang dilalui. "Saya ingin nomadic tourism jalan. Jadi di titik mana orang akan membuat apa, misalkan pintu tol mana, maka kita akan memperkenalkan destinasinya," kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Senin, 10/12.

    Konsep nomadic tourism menjadi salah satu andalan Kemenpar sebagai solusi sementara dalam hal pengembangan destinasi. Konsep ini dinilai relatif cepat dalam pengembangan dan pembangunannya.

    Nomadic tourism adalah segala aktivitas atau bisnis yang terkait gaya hidup dan budaya berpindah-pindah seperti menggunakan glamp camphome pod, dan karavan sebagai fasilitas akomodasi. Menurut Arief, sebuah homestay terbuat dari peti kemas juga bisa dikembangkan. Ie perkirakan harganya di bawah Rp100 juta.

    "Menurut saya menarik karena ini portable mudah dibawa dengan menggunakan truk atau penarik kontainer. Lalu ada home pod yang mudah dipindah-pindah harganya di bawah Rp200 juta dari Arumdalu. Itu juga akan menumbuhkan nomadic tourism di sepanjang Trans Jawa," kata Arief.

    Untuk mewujudkan konsep ini di sepanjang jalur tol Trans Jawa, Arief mengaku ia telah menjajaki hal itu dengan sejumlah pengusaha dan investor. Arief juga sudah berkoordinasi dengan Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan, bahkan meresmikan beberapa ruas secara khusus tol Trans Jawa.

    "Saya ingat pesan Presiden agar diperbanyak rest area untuk tol Trans Jawa dan agar menampilkan produk-produk atau jasa dari daerah yang dilewati agar pariwisata kita tetap hidup di sana," katanya. Selain itu, untuk memperkenalkan destinasi unggulan yang ada. "Kami harapkan sesegera mungkin dilakukan peresmian-peresmian, khususnya yang ada kepariwisataannya," kata Arief.

    Dengan begitu, kata Arief, akan ada lebih banyak produk unggulan lokal termasuk daya tarik destinasi di setiap area peristirahatan atau di sekitar pintu tol Trans Jawa.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.