Jumat, 14 Desember 2018

Liburan Akhir Tahun, Ada 5 Tawaran Wisata Menarik dari Payakumbuh

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana tenang dan penuh kehijauan dai Lembah Harau, objek wisata yang termasuk wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Lokasinya tak jauh dari ibukota kabupaten, Payakumbuh. (shutterstock.com)

    Suasana tenang dan penuh kehijauan dai Lembah Harau, objek wisata yang termasuk wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Lokasinya tak jauh dari ibukota kabupaten, Payakumbuh. (shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dikelilingi berbagai objek wisata, yang berada di Payakumbuh maupun  kecamatan lain di Kabupaten Lima Puluh Kota, daerah di Sumatera Barat ini menarik untuk dikunjungi di masa liburan akhir tahun.

    Setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, bisa lanjutkan dengan perjalanan darat Kabupaten Lima Puluh Kota. Ibukota kabupaten Payakumbuh, bisa dicapai rata-rata dalam 3 jam dengan jarak sekitar 102 kilometer. 

    Payakumbuh semakin menjadi buruan wisatawan karena daya tarik Lembah Harau. Sudah lama menjadi objek wisata di kabupaten ini, namun tebing-tebing tinggi dan air terjunnya naik daun setelah muncul di berbagai media sosial. Nah, selain Lembah Harau ada 4 objek wisata lain yang menarik untuk disinggahi. 

    1. Lembah Harau
    Kian hari kian banyak wisatawan menuju area yang dikelilingi tebing tinggi ini, bahkan antrean kendaraan yang memasuki daerah ini terlihat panjang di musim liburan. Sebaiknya datang di pagi hari bila berkunjung di musim liburan. Atau menginap di area ini sehingga tak perlu berkutat dengan kemacetan. Selain tebing, ada 3 air terjun yang berbeda ukuran dan berbagai fasilitas permainan. Dari pusat kota Payakumbuh bisa dicapai dalam 25 menit dengan jarak sekitar 15 kilometer.

    Keindahan terlihat di Kelok 9 yang berada sekitar 30 kilometer dari Payakumbuh Sumatera Barat. (shutterstock.com)

    2. Kelok 9
    Jalan yang berkelok ini satu arah dengan perjalanan ke Lembah Harau dari pusat kota Payakumbuh. Bila dilanjutkan akan bertemu dengan Kelok 9. Berjarak sekitar 30 kilometer dari ibukota Kabupaten Lima Puluh Kota itu. Tikungan yang tajam dengan kelokan yang tajam terlihat lebih menarik di malam hari, karena yang tertangkap adalah cahaya lampu.

    3. Pacu Itiak
    Ingin menyaksikan atraksi unik selama di Payakumbuh, coba cek daerah-daerah yang kerap menggelar pacu itiak, atau lomba itik terbang. Tradisi ini memang lekat dengan masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota ini. Bahkan sudah dilakukan para  petani di daerah ini sejak 1028. Mulanya para petani menghalau itik yang memakan padi di sawah, ternyata hewan ini terbang. Jadilah pacu itiak pun menjadi hiburan. Biasanya bisa ditemukan di Aur Kuning dan Sicincin.

    Kampung Adat Balai Kaliki, Nagari Koto Nan Gadang, Payakumbuh, Sumatera Barat. (shutterstock.com)

    4. Kampung Adat Balai Kaliki
    Kampung adat Balai Kaliki berada di Nagari Koto Nan Gadang, Payakumbuh. Rumah-rumah gadang di sini dirawat dengan baik dan beberapa dimanfaatkan sebagai homestay untuk wisatawan yang ingin menjajal menginap di rumah gadang. Kampung adat ini berada di Kecamatan Payakumbuh Utara. Lokasinya tak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 10 menit bisa dicapai dengan kendaraan roda empat.

    Baca Juga:  Itik Ikut Berpacu di Etape 6 Tour de Singkarak di Payakumbuh 

    5. Ngalau Indah
    Ngalau dalam bahasa lokal berarti gua, dan Ngalau Indah lokasinya di lereng Bukit Simarajo, Payakumbuh. Bila datang dari arah Bukittinggi, berada sebelum memasuki pusat kota Payakumbuh. Dari tepi jalan papan nama sudah terlihat , terlebih dulu harus menanjak hingga di puncak bukit bertemu dengan area parkir, lengkap dengan area makan. Kemudian turis masih menaiki tangga menuju mulut gua. Gua memiliki pintu masuk dan ke luar yang berbeda. Stalagtit dan stalagmit di gua ini diberi nama unik. Berada di ketinggian, wisatawan bisa melihat persawahan yang ada di dekat Payakumbuh dari lokasi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.