Liburan di Surabaya, Ayo Belajar Sejarah di Rumah Tjokroaminoto

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto di daerah Peneleh, Surabaya, Jawa Timur. Tempo/Rully Kesuma

    Rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto di daerah Peneleh, Surabaya, Jawa Timur. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan HOS Tjokroaminoto? Raden Oemar Said Tjrokoaminoto, nama lengkapnya. Kental dengan pendirian Sarekat Islam, organisasi pertama di negeri ini. Lekat juga dengan presiden pertama , Bung Karno.

    Nah, bila jalan-jalan ke Surabaya, selain menjajal wisata kulinernya yang beragam dan dengan rasa jempolan, luangkan waktu untuk menilik sejarah. Salah satunya, dengan berkunjung ke Rumah Tjokroaminoto yang kini telah menjadi cagar budaya yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya.

    Berada di Gang VII, Peneleh, Rumah HOS Tjokroaminoto terkesan teduh. Ada beberapa pot tanaman yang ditata di depan rumah yang dibangun 1870 ini. Pagar berwarna hijau tosca menciptakan kesegaran.

    Rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto di daerah Peneleh, Surabaya, Jawa Timur. Tempo/Rully Kesuma

    Pintu berwarna hijau tosca tua dengan kuning muda di beberapa bagian itu terbuka, ketika saya memasuki rumah lawas itu. Bangku antik model sedan dengan meja marmer bulat menjadi benda yang pertama saya temukan. Di dinding-dinding di dekat ditempel sejumlah pigura. Ada foto HOS Tjokroaminoto tepat di depan pintu, ada empat foto pria kelahiran Ponorogo ini dari berbagai acara yang dipasang di sisi lain.

    Tak hanya foto-foto diri yang dipasang. Di bagian lain, saya menemukan sejumlah murid HOS Tjokroaminoto. Di antara Soekarno, Muso, Semaun, Alimin, Darsono, Tan Malaka, hingga Kartosuwiryo.

    Profil para murid ini terpampang di dinding-dinding dalam catatan khusus. Menarik untuk mencermati satu per satu perjalanan dari para murid tersebut. Hingga kaki saya tiba di bagian belakang rumah.

    Sebuah ruang kosong, tapi ada di ujung terpasang tangga menuju ke lantai 2. “Itu tangga untuk ke kamar Bung Karno,” ucap Eko, pengurus Rumah Tjokro ketika melihat kebingunan saya.

    Baca Juga: 

    Surabaya Dinobatkan Jadi Kota Terbaik untuk Pengembangan Pariwisata

    Ini 3 Kuliner Murah Meriah di Pasar Blauran Surabaya

    Tak hanya menjadi murid HOS Tjokroaminoto, Bung Karno juga menjadi anak kos dari gurunya tersebut. Nah, ia menghuni bagi atas atau loteng dari rumah ini. Kamar dengan lantai kayu dan atap segitiga itu lah bertahun-tahun menemani malam-malam presiden pertama RI itu. 

    Ingin merasakan suasana diskusi Bung Karno dengan murid-murid HOS Tjokroaminoto yang lain atau perbincangan antara guru dan murid ? Rumah Tjokroaminoto buka hari Selasa-Minggu antara pukul 09.00-16.00. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.