Wisatawan Belanda yang Penasaran dengan Anak Rambut Gimbal Dieng

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tujuh anak berambut gimbal menjalani ruwatan dengan dipotong rambutnya di pelataran Komplek Candi Arjuna Dieng, Jawa Tengah, 31 Agustus 2014. Tempo/Aris Andrianto

    Sejumlah tujuh anak berambut gimbal menjalani ruwatan dengan dipotong rambutnya di pelataran Komplek Candi Arjuna Dieng, Jawa Tengah, 31 Agustus 2014. Tempo/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Banjarnegara -Nils dan Petra tampak paling menonjol di barisan tamu VIP yang berdiri di belakang panggung Dieng Culture Festival 2018 di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Jawa Tengah, Minggu, 5 Agustus. Keduanya adalah wisatawan asing dari Belanda.

    Mereka berada di tengah kerumunan warga lokal yang hendak menyaksikan proses pemotongan rambut anak gimbal Dieng. Nils, yang memegang kamera mirorrless lengkap dengan shotgun micophones, tampak memperhatikan prosesi adat khas bumi di negeri atas awan itu dengan saksama.

    Ia merekam baik-baik tiap pergantian babak. Mulai jamasan alias siraman hingga ngalap berkah, kameranya tak lepas mengeker momen. Saat pemotongan rambut anak gimbal tiba, Nils mendekat ke belakang panggung. Ia berada tepat di bawah dua pemangku adat berdiri, yakni Sumarsono dan Sumanto.

    Sedangkan Petra berjaga di belakang Nils. Matanya tak lepas dari prosesi pemotongan yang sakral itu. “Ini pertama kali saya datang ke Indonesia, dan saya kagum dengan budaya Jawa,” ujar Nils saat ditemui di lokasi Dieng Culture Festival sesaat setelah upacara pemotongan rambut kelar digelar.Prosesi pemotongan rambut anak gimbal di Dieng Culture Festival 2018 yang bertempat di pelataram kompleks Candi Arjuna, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu, 5 Agustus 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Nils dan Petra tampak tak terlampau paham dengan kisah anak gimbal, walau penasaran. Meski demikian, mereka menikmati tiap penampilan. Keduanya terkesan dengan baju-baju adat dan budaya Jawa yang disebutnya unik.

    “Saya benar-benar bahagia. Festival ini bagus dan saya rasa harus diadakan terus setiap tahun,” kata Petra. 

    Nils dan Petra sengaja bertandang Dieng untuk menyaksikan Dieng Culture Festival. Kunjungannya ke sana adalah satu rangkaian perjalanan panjangnya menjelajahi Nusantara. Sebelumnya, ia telah menyambangi Batu Karas di Pangandaran. “Selanjutnya kami akan ke Karimun Jawa, Bromo, dan Bali,” ucap Nils.

    Mereka tinggal selama 3 hari 2 malam di Dieng. Keduanya datang sejak hari pertama festival digelar, yakni Jumat, 3 Agustus. Selama di Dieng, Nils dan Petra sempat menjajal beragam kuliner. “Semuanya terasa lucu dan unik: makanan, minuman, kios-kios,” ujar dia.

    Artikel lain: Wisatawan Menunggu Evakuasi di Bandara Mendapat Hiburan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.