Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Merawat Situs Cagar Budaya Lewat Sadar Vegetasi Diserukan di Candi Prambanan

image-gnews
Forum dialog gerakan Siap Sadar Lingkungan di Komplek Candi Prambanan, Rabu petang (25/10/2023). Dok.istimewa
Forum dialog gerakan Siap Sadar Lingkungan di Komplek Candi Prambanan, Rabu petang (25/10/2023). Dok.istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah potensi bencana hingga topografi yang kurang menguntungkan dinilai bisa mengancam keberadaan situs cagar budaya seperti candi-candi di Nusantara. Di Yogyakarta dan Jawa Tengah misalnya, ada kondisi-kondisi alam yang dinilai bisa membahayakan keberadaan candi-candi di wilayah itu.

"Di Candi Dieng misalnya, karena berada di lingkungan dengan aktivitas vulkanik tinggi, candi itu kerap terpapar uap belerang yang berbahaya bagi situs itu," ujar Kepala Sub Bagian Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah Septina Wardhani dalam forum "BLDF Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling)" di Candi Prambanan pada Rabu petang, 25 Oktober 2023.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, merupakan suatu kompleks gunung api aktif tipe A. Paparan intens uap belerang itu lambat laun bisa mengikis dan merusak lapisan bebatuan candi. Diperlukan upaya agar uap belerang yang dihasilkan tidak langsung mengenai bebatuan candi itu.

"Untuk melindungi bebatuan candi di Dieng itu perlu diperbanyak vegetasi yang punya sifat menyerap uap belerang kawasan itu, salah satunya jenis Cemara Gimbal," kata Wardhani.

Tak hanya Candi Dieng, Wardhani menuturkan, kawasan Candi Gedong Songo yang berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah juga perlu mendapatkan perhatian serius. 

"Topografi di Candi Gedong Songo yang berada di perbukitan, lereng lereng cukup curam, berpotensi rawan longsor," kata dia. "Sehingga dukungan vegetasi sangat dibutuhkan untuk meminimalisir potensi bencana di Gedong Songo itu," kata Wardhani.

Adapun di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Wardhani menuturkan bahwa situs situs candi yang banyak tersebar juga butuh perhatian. Sebagian telah dirintis pengayaan vegetasinya seperti di Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Sojiwan, juga Candi Kedulan. Vegatasi yang digencarkan sesuai karakter candi-candi di Sleman dan Klaten itu, seperti jenis Kemuning dan Melati.

Wardhani menuturkan, pihaknya melibatkan berbagai komunitas dan instansi swasta dan pemerintah dalam memperbanyak vegetasi di berbagai kompleks candi itu. Sebab, kebutuhan vegetasinya cukup banyak. 

Kampanye lewat web series

Pegiat Gerakan Siap Sadar Lingkungan Dandy Mahendra dalam forum itu mengatakan, selain berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam gerakan vegetasi situs cagar budaya, mereka juga mengkampanyekan sadar lingkungan lewat aktivitas digital.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kami telah memproduksi film-film web series yang mengambil latar keindahan alam dan warisan sejarah Indonesia, untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan itu di kalangan generasi muda," kata Dandy.

Dalam film web series itu, gerakan ini mengolah isu lingkungan dengan membawa tema persahabatan, petualangan, dan imajinasi dari aktivitas yang pernah mereka lakukan selama ini. 

Oktober ini, misalnya, gerakan itu meluncurkan serial web Pusaka yang menceritakan perjalanan tiga orang sahabat, yaitu Getuk (Ucup Klaten), Risa (Audya Ananta), dan Bima (Rezky Mickey) dalam menemukan pelajaran berharga yang mengubah pandangan mereka tentang kecintaan terhadap alam. 

Lokasi syuting web series itu antara lain di Situs Candi Sewu Prambanan, Gunung Api Purba Nglanggeran Gununvkidul, dan Watu Lumbung Bantul.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nunu Anugrah dalam dialog itu menuturkan, saat ini dunia sedang menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, pencemaran udara, dan hilangnya keanekaragaman hayati. "Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi, terutama lewat gerakan pertumbuhan ekonomi hijau yang ramah lingkungan,” kata Nunu.

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Festival Seribu Candi di Sleman, Promosi Warisan Budaya Dunia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sejarah Istana Niat Lima Laras yang Dibangun setelah Raja Selamat dari Kejaran Belanda

6 hari lalu

Istana Niat Lima Laras (Kab. Batubara)
Sejarah Istana Niat Lima Laras yang Dibangun setelah Raja Selamat dari Kejaran Belanda

Istana Niat Lima Laras dibangun untuk memenuhi nazar raja setelah selamat dari kejaran Belanda yang saat itu melarang berdagang hasil bumi.


Buka Konser Westlife di Prambanan, Christian Bautista Siap Sentuh Fans dengan Hati

7 hari lalu

Christian Bautista menghadiri konferensi pers menjelang konser Westlife di Candi Prambanan, Yogyakarta, Jumat, 7 Juni 2024. TEMPO/Muh Syaifullah
Buka Konser Westlife di Prambanan, Christian Bautista Siap Sentuh Fans dengan Hati

Christian Bautista mengungkapkan perasaannya menjelang konser Westlife di Candi Prambanan malam ini.


Westlife Bayar Utang di Candi Prambanan, Siapkan Banyak Kejutan untuk Fans

7 hari lalu

Konferensi pers menjelang konser Westlife di Candi Prambanan, Yogyakarta, Jumat, 7 Juni 2024. TEMPO/Muh Syaifullah
Westlife Bayar Utang di Candi Prambanan, Siapkan Banyak Kejutan untuk Fans

Westlife akan menyanyikan lagu yang jarang dibawakan saat manggung di Indonesia dalam konser di Candi Prambanan malam ini.


Begini Tata Cara Penukaran Tiket Konser Westlife di Candi Prambanan Yogjakarta

10 hari lalu

Boyband Westlife tampil dalam konser bertajuk
Begini Tata Cara Penukaran Tiket Konser Westlife di Candi Prambanan Yogjakarta

Panduan bagi Westlifers yang belum tahu bagaimana tata cara menukarkan tiket Westlife Anda.


Rundown Konser Westlife di Prambanan, Diawali Penampilan Christian Bautista

10 hari lalu

Westlife akan menggelar konser With Love Tour 2024 di Candi Prambanan, Yogyakarta pada Jumat, 7 Juni 2024. Dok. Otello Asia
Rundown Konser Westlife di Prambanan, Diawali Penampilan Christian Bautista

Westlife akan tampil untuk menghibur dan membawakan lagu-lagu populernya di hadapan Westlifers.


Dusun Dekat Candi Prambanan Yogyakarta Ini Olah Sampah Plastik dengan Cara Tak Biasa

11 hari lalu

Dusun dekat Candi Prambanan, Cupuwatu II, Purwomartani, Kalasan Sleman mulai ujicoba kelola sampah plastik dengan mesin khusus. Tempo/Pribadi Wicaksono
Dusun Dekat Candi Prambanan Yogyakarta Ini Olah Sampah Plastik dengan Cara Tak Biasa

Mesin pengolah sampah di Sleman Yogyakarta diklaim dapat mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif.


Keunikan Candi Blandongan di Karawang Dibandingkan Candi Sejenis di Jawa Tengah

12 hari lalu

Candi Blandongan di kompleks percandian Batujaya, Karawang, Jawa Barat, yang berbahan batu bata dan semen stako, Mei 2024. TEMPO/ANWAR SISWADI
Keunikan Candi Blandongan di Karawang Dibandingkan Candi Sejenis di Jawa Tengah

Candi Blandongan merupakan situs yang terbesar di kompleks percandian Batujaya, Karawang, Jawa Barat.


Melongok Situs Candi Bojongmenje di Bandung yang Mangkrak Puluhan Tahun

14 hari lalu

Temuan batu yang direkonstruksi di situs Candi Bojongmenje, Rancaekek, Kabupaten Bandung, 26 Mei 2024. TEMPO/Anwar Siswadi
Melongok Situs Candi Bojongmenje di Bandung yang Mangkrak Puluhan Tahun

Diperkirakan Candi Bojongmenje di Rancaekek, Bandung, dibangun antara abad 6-8 Masehi.


Tim Peneliti BRIN Telusuri Jejak Manusia Purba dan Artefak di Gua Aul Ciamis

15 hari lalu

Gua Aul tampak dari luar sebagai lokasi temuan artefak dan fosil manusia purba di daerah Ciamis, Jawa Barat. (Dok. Lutfi Yondri)
Tim Peneliti BRIN Telusuri Jejak Manusia Purba dan Artefak di Gua Aul Ciamis

Tim peneliti BRIN menelusuri hasil temuan sisa kerangka manusia purba dan artefak lain di Gua Aul, Ciamis, Jawa Barat.


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.