Minggu, 15 September 2019

7 Obyek Wisata Hutan Mangrove yang Layak Dikunjungi

Reporter:
Editor:

Pruwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutan Mangrove Pandansari Brebes.  TEMPO/Muhammad Irsyam Faiz

    Hutan Mangrove Pandansari Brebes. TEMPO/Muhammad Irsyam Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisata hutan mangrove dikembangkan menjadi pariwisata alam dan edukasi, sekaligus ajang swafoto. Foto-foto berlatar belakang jalur perlintasan dan jembatan di rawa bakau itu diedarkan ke berbagai media sosial. Berikut ini 7 obyek wisata mangrove tersebut:


    1. Semarang, Jawa Tengah
    Kawasan Maron, Semarang, Jawa Tengah, dikembangkan sebagai obyek wisata bakau sejak 2016. Memiliki luas sekitar 5 hektare, kawasan ini bisa diakses dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Pengunjung bisa menyusuri pepohonan mangrove menggunakan perahu menuju Taman Maerokoco. Ada juga ekowisata Mangrove Desa Tapak, dan Pantai Trimulyo, yang juga asyik dikunjungi

    2. Hutan Pandansari, Brebes
    Pengelola hutan mangrove Pandansari, desa Kaliwlingi, Brebes, Jawa Tengah membangun obyek wisata ini mulai 2000. Sekitar 15 kilometer dari pusat kota, akses menuju ke sana melalui Desa Sawojajar. Sebanyak 3,6 juta pohon bakau hidup di areal 320 hektare. Penikmat wisata pesisir disediakan perahu berkapasitas 6-10 orang.

    Tidak semua lahan bisa didatangani. Sekitar 40 hekatre kawasan ini yang bisa dijelajahi, dan disiapkan untuk swafoto, seperti trek sepanjang 850 meter, dua menara pandang, dan jembatan lengkung yang akrab disebut jembatan cinta, serta 70-an warung penjaja makanan dan minuman.

    3. Dusun Pasir Kadilangu, Kulon Progo
    Pengelola telah menyiapkan tiga jembatan penghubung yang bisa dipakai untuk swafoto. Pengelola menambah sejumlah titik dan hiasan pendukung swafoto serta papan petunjuk, meski belum bisa dipasang karena air kerap pasang.

    4. Bangkalan Madura, Jawa Timur
    Terinspirasi perkembangan obyek wisata hutang mangrove sejumlah daerah, Kelompok Tani Cemara Sejahtera Bangkalan, Jawa Timur, pun mulai mengembangkan Pesisir Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu. Pesisir yang semula tertelan abrasi belakangan menjadi teduh dan sejuk. Mereka pun mengagas wisata edukasi di tempat seluas 7 hektare yang setengahnya ditanami 17 jenis mangrove.

    5. Bagek Kembar, Lombok Barat
    Bagek Kembar dikembangkan sebagai wisata mangrove dengan pendekatan system silvofishery. Pengunjung diajak menjelajahi tambak yang sudah ditumbuhi bakau dengan kano, sekaligus bermain.

    6. Mangrove Desa Apar, Pariama, Sumatera Barat
    Pecinta alam Tabuik Diving Club mulai membangun hutan mangrove sejak 2011 silam. Mereka menanami 100 ribu bibit mangrove yang diperoleh dari Bengkalis, Riau, di areal seluas 1 hektare di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat. Tahun 2017 ini mereka menyiapkan track khusus sepanjang 50 meter dengan lebar 1,5 meter.

    7. Teluk Seribu, Balikpapan
    Seperti umumnya wisata mangrove, di Teluk Seribu para wisatawan bisa menyusuri menggunakan kapal, belanja di pasar buah dan sayur serta menikmati ikan bakar di pinggir teluk selama perjalanan. Bahkan mereka bisa memancing ikan yang hidup di teluk tadi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.