Antisipasi Kecelakaan Bus Pariwisata, Organda Soroti Peran Makelar Transportasi

Rabu, 30 November 2022 21:21 WIB

Petugas kepolisian memeriksa sebuah bus yang mengalami kecelakaan di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Ahad, 6 Februari 2022. Hingga Ahad malam, petugas kepolisian mencatat sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. ANTARA/Dewangga

TEMPO.CO, Yogyakarta - Kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego Imogiri, Kabupaten Bantul Yogyakarta pada 6 Februari silam menjadi duka tak terlupakan, termasuk bagi para pelaku transportasi wisata. Dalam kejadian nahas itu, 14 anggota rombongan wisatawan, termasuk supir bus asal Sukoharjo tewas setelah bus menabrak tebing akibat gagalnya fungsi pengereman yang dilakukan sopir di jalanan menurun di sana.

"Ada tiga hal yang menjadi catatan kami agar tragedi kecelakaan wisata seperti di Bukit Bego lalu tidak terulang," kata Hantara, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DI Yogyakarta saat menghadiri forum bertajuk Keselamatan Bus Pariwisata di Indonesia di Yogyakarta, Rabu, 30 November 2022.

Pada forum yang digelar Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) itu, Hantara membeberkan
tiga hal yang harus dilakukan untuk mencegah potensi kecelakaan bus wisata, yakni memperketat pengawasan operator, manajemen kru bis wisata dan edukasi wisatawan.

"Patut diketahui, ada 95 persen pelaku jasa transportasi bus di Yogyakarta ini sebenarnya tak punya kendaraan, mereka bukan operator, tapi hanya makelar yang mencari order," kata Hantara.

Ketika makelar ini yang bermain dan menawarkan jasa perjalanan wisata, yang dikejar adalah banyaknya order yang masuk. Bukan memprioritaskan bagaimana kondisi kru, kondisi bus dan aspek keselamatan lainnya.

Advertising
Advertising

"Dengan banyaknya rantai makelar ini, operator yang mendapat order tak menjalankan manajemen kru selayaknya, apakah kru yang diturunkan memiliki kapasitas, menguasai medan," kata Hantara yang mensinyalir banyak pelaku jasa transportasi wisata di Yogyakarta belum terdaftar di asosiasi.

Soal kru bus wisata ini, Hantara membeberkan ada dua kebiasaan perilaku antara bus pariwisata dan sopir jalanan biasa. Sopir bus pariwisata, menurut dia, memiliki kebiasaan saat medan jalan menurun tajam, maka dia akan cepat-cepat memindahkan gigi perseneling kecil untuk membantu pengereman meski resikonya akan lebih boros di spare part kampas rem.

Adapun sopir biasa akan bertahan di gigi besar agar lebih irit kondisi kampas remnya. Ini jadi persoalan klise sepele namun sangat fatal akibatnya.

"Selain soal kru, operator yang mengandalkan makelar ini juga rentan abai dengan kondisi kendaraannya, apakah layak jalan atau tidak," kata Hantara.

Meskipun diakui Hantara, bus yang berusia 10-15 tahun juga masih bisa layak jalan dengan perawatan memadai. Hanya saja, dalam kasus kecelakaan di Bukit Bego Imogiri itu, Hantara yang juga pengusaha bus pariwisata asal Imogiri itu menuturkan karena aspek human error.

Lebih parahnya, menurut Hantara, di tengah semrawutnya kondisi permakelaran transportasi wisata itu, wisatawan selaku pengguna jasa belum banyak yang teredukasi soal referensi transportasi yang aman digunakan. "Wisatawan tak memiliki referensi untuk memilih transportasi, yang dikejar biasanya yang biayanya paling murah," ujarnya.

Dalam forum itu, Pelaksana Tugas Sub Komite Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan KNKT Ahmad Wildan mengatakan hasil investigasi kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego Imogiri pada Ahad, 6 Februari 2022. Temuan KNKT, faktor kesalahan manusia ditambah kondisi kendaraan menjadi penyebab utama kecelakaan yang menimpa rombongan wisatawan asal Sukoharjo itu.

"Ada kegagalan pengereman karena supir menggunakan gigi tinggi (besar) di jalan menurun, yang kemudian memaksa supir melakukan pengereman berulang," kata Wildan.

Bus pariwisata itu pun mengalami tekor angin dan akibatnya tenaga pneumatic yang dihasilkan sistem pengereman tak mampu memberikan daya dorong kampas menekan tromol dan rem pun blong. Akhirnya kecelakaan yang menelan korban jiwa pun terjadi.

Baca juga: Nama-nama Unik Bus Wisata di Beberapa Kota, ada Bandros sampai Domapan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Berita terkait

Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

35 menit lalu

Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

Jalanan Yogyakarta kian padat mobilitas wisatawan dan pelajar-mahasiswa. Kepadatan ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Baca Selengkapnya

PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

1 jam lalu

PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

Saat relokasi pertama dari trotoar ke Teras Malioboro 2, pendapatan pedagang dinilai turun drastis.

Baca Selengkapnya

Helikopter Jatuh di Bali Diduga Akibat Terlilit Tali Layangan

3 jam lalu

Helikopter Jatuh di Bali Diduga Akibat Terlilit Tali Layangan

Satu unit helikopter milik PT Whitesky Aviation di Suluban Pecatu, Kuta Selatan, Bali, dengan nomor PK-WSP type Bell 505 mengalami kecelakaan.

Baca Selengkapnya

Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

11 jam lalu

Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

Dalam ritual Labuhan Puro Pakualaman, sejumlah ubarampe atau sejenis sesaji hasil bumi akan diperebutkan dan dilarung ke laut.

Baca Selengkapnya

Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

14 jam lalu

Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.

Baca Selengkapnya

Kronologi Kecelakaan Tunggal yang Tewaskan Suami Aktris Jennifer Coppen di Bali

23 jam lalu

Kronologi Kecelakaan Tunggal yang Tewaskan Suami Aktris Jennifer Coppen di Bali

Suami Jennifer Coppen, Dali Wassink tewas dalam kecelakaan tunggal di Bali pada Kamis dini hari, 18 Juli 2024 sekitar pukul 02.00 WITA.

Baca Selengkapnya

Suami Jennifer Coppen Meninggal di Usia 22 Tahun, Masih Membuat Unggahan Kemarin

1 hari lalu

Suami Jennifer Coppen Meninggal di Usia 22 Tahun, Masih Membuat Unggahan Kemarin

Jennifer Coppen membagikan kabar duka kematian suami yang baru dinikahinya Oktober tahun lalu.

Baca Selengkapnya

Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

1 hari lalu

Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.

Baca Selengkapnya

Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

2 hari lalu

Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.

Baca Selengkapnya

BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Gencarkan Standardisasi PLKK

2 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Gencarkan Standardisasi PLKK

Rumah sakit dan faskes harus paham menggunakan aplikasi e-PLKK. Sehingga penanganan kasus kecelakaan kerja semakin mudah dan cepat.

Baca Selengkapnya